Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bursa

Bursa Eropa Lesu, STOXX 600 Datar

SELASA, 29 SEPTEMBER 2026 | 06:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa bergerak terbatas pada perdagangan Senin, 28 September 2026, waktu setempat.

Investor masih mencermati tekanan dari kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi yang tinggi, di tengah meningkatnya perhatian terhadap inflasi dan arah suku bunga.

Indeks STOXX 600 pan-Eropa ditutup datar di level 638,68. Sebagian besar indeks utama regional melemah, dengan IBEX Spanyol turun 0,5 persen. Sementara itu, FTSE 100 Inggris berakhir turun 0,1 persen.


Pergerakan pasar mendapat dorongan dari sektor properti Inggris. Saham Persimmon, Barratt Redrow, Taylor Wimpey, dan Vistry melonjak antara 10,4-14,7 persen setelah pemerintah Inggris menyatakan akan mengonfirmasi program pinjaman ekuitas baru bagi pembeli rumah pertama kali dalam anggaran bulan depan.

Kebijakan tersebut diperkirakan menurunkan uang muka yang dibutuhkan pembeli rumah pertama kali menjadi 2,5 persen dari sebelumnya 5 persen. Rencana ini memberikan sentimen positif bagi sektor pembangunan perumahan sekaligus mendorong saham-saham pengembang Inggris.

Namun, penguatan sektor properti belum mampu mengangkat bursa Eropa secara keseluruhan. Harga minyak mentah Brent naik sekitar 2 persen setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri permusuhan.

Kenaikan harga minyak turut menopang saham energi Eropa yang naik 0,8 persen. Sebaliknya, saham perusahaan tambang turun 1,2 persen setelah harga emas merosot ke level terendah dalam tujuh minggu dan harga tembaga menyentuh level terendah dalam sepekan. Saham Hochschild Mining, Fresnillo, dan Endeavour Mining masing-masing turun sekitar 5-7 persen.

Sektor industri dan teknologi juga berada di zona merah, masing-masing turun 0,4 persen dan 0,2 persen. Tekanan datang dari tingginya imbal hasil obligasi, dengan yield obligasi pemerintah Jerman bertenor 10 tahun mencapai 3,643 persen, level tertinggi sejak Juni 2009.

Di pasar saham individual, Danieli anjlok 15,4 persen setelah produsen peralatan pabrik besi dan baja asal Italia tersebut membukukan kinerja tahunan di bawah ekspektasi. Sementara itu, saham Trevi naik 3 persen ke level tertinggi dalam enam bulan setelah ICOP menaikkan tawaran pengambilalihan berbasis saham terhadap perusahaan tersebut.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya