Berita

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama Utusan Khusus Palestina di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin sore, 28 September 2026. (Foto: Dokumentasi PDIP)

Politik

Terima Utusan Khusus Palestina, Megawati Tegaskan Pesan KAA 1955

SENIN, 28 SEPTEMBER 2026 | 23:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan kehormatan Utusan Khusus dan Penasihat Presiden Palestina Dr. Mahmoud Sudqi Al-Habbash serta Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Muhammad Hussein.

Pertemuan yang turut dihadiri Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattari itu berlangsung di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin sore, 28 September 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Megawati mengenang pesan ayahnya, Presiden pertama RI Soekarno, yang sejak dulu menaruh perhatian terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.


Pesan tersebut, kata Megawati, terus dipegang hingga kini.

"Saya yang disebut Presiden kelima Republik Indonesia, terus mendukung perjuangan dari negara Palestina sampai ada haknya untuk merdeka," kata Megawati.

Mahmoud kemudian memaparkan kondisi terkini rakyat Palestina, termasuk situasi di Gaza, Tepi Barat, dan Masjid Al-Aqsa.

Mendengar penjelasan tersebut, Megawati menyinggung nilai kemanusiaan dan keadilan dalam Pancasila yang menurutnya bertentangan dengan penderitaan yang dialami rakyat Palestina.

"Dan tentunya apa yang tadi diceritakan dari segala penderitaan rakyat Palestina, baik di Tepi Barat maupun Gaza, itu menurut saya adalah sebuah kebiadaban," tegas Megawati.

Ia juga mengingatkan semangat Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung yang diikuti 29 negara. Menurutnya, semangat Bandung menjadi salah satu fondasi perjuangan melawan kolonialisme serta mendukung kemerdekaan dan kedaulatan bangsa-bangsa yang masih terjajah.

Komitmen tersebut, lanjut Megawati, terus disuarakannya dalam berbagai forum internasional yang dihadirinya.

Sementara itu, Mahmoud mengungkapkan sulitnya umat Islam menjalankan ibadah di Masjid Al-Aqsa. Bahkan, Syekh Muhammad Hussein disebut telah berbulan-bulan tidak dapat menunaikan salat di masjid tersebut.

"Beliau Imam Besar Al-Aqsa tapi tidak bisa sholat di Masjid Al-Aqsa," kata Mahmoud sambil menunjuk Syekh Muhammad Hussein yang duduk di sampingnya.

Mahmoud juga menyampaikan apresiasi atas sikap masyarakat dan Pemerintah Indonesia yang selama ini konsisten memberikan dukungan kepada rakyat Palestina.

"Walaupun begitu, bangsa Palestina dan militer Palestina masih berjuang, masih terus berjuang untuk mereka menjaga Palestina sampai Palestina merdeka, insyaallah," ujar Mahmoud.

Dalam kesempatan tersebut, Mahmoud berharap Megawati terus memberikan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina hingga mencapai kemerdekaan.

Pada akhir pertemuan, Syekh Muhammad Hussein menyampaikan doa untuk Indonesia, Bung Karno, Megawati, rakyat Palestina, serta umat Islam di seluruh dunia.

Ia mendoakan Indonesia menjadi bangsa yang makmur dan sejahtera, serta Bung Karno mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Kepada Megawati, Imam Besar Masjid Al-Aqsa itu juga memanjatkan doa agar senantiasa diberikan kesehatan.

Syekh Muhammad Hussein bersama Mahmoud turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya adik bungsu Megawati, Guruh Soekarnoputra, beberapa hari lalu. Imam Besar Masjid Al-Aqsa itu juga mendoakan almarhum Guruh Soekarnoputra.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya