Berita

Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Rakyat Rembang Bersatu (Forrbes) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. (Foto: RMOL)

Nusantara

Geruduk DPRD Rembang, Massa Desak Anggaran JPTP Dievaluasi

LAPORAN: ADIRIN*
SENIN, 28 SEPTEMBER 2026 | 22:37 WIB

Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Rakyat Rembang Bersatu (Forrbes) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Aksi demonstrasi aliansi dari 13 ormas dan lembaga ini berlangsung alot hingga diwarnai aksi saling dorong.

Pantauan di lokasi, Senin 28 September 2026, massa sempat mencoba memaksa masuk ke dalam gedung dewan. Mereka kecewa karena merasa aspirasinya lambat direspons dan terkesan "dipingpong" oleh para wakil rakyat.

Koordinator Aksi Forrbes, Arif Yulianto, menyatakan pihaknya membawa dua tuntutan besar terkait transparansi anggaran daerah. Tuntutan pertama menyangkut carut-marutnya proses seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan pemkab.


"Kami menuntut untuk memanggil panitia seleksi, pansel, dan instansi terkait guna meminta pertanggungjawaban serta melakukan evaluasi atas penggunaan anggaran APBD yang telah dikeluarkan," kata Arif.

Arif mendesak agar proses seleksi eselon II tersebut dibatalkan dan dilakukan pengulangan karena diduga kuat sarat akan kejanggalan anggaran.

"Seleksi ini diulang dan itu memakai anggaran daerah. Dan ini tidak dipertanggungjawabkan. Oknum yang bermasalah harus mempertanggungjawabkannya karena ada double anggaran," sambungnya.

Tak hanya soal seleksi JPTP, Forrbes juga menyoroti kejanggalan draf KUA-PPAS 2026 yang diduga fiktif dan adanya pemalsuan dokumen. 

Arif menyayangkan dokumen anggaran penting tersebut justru 'disembunyikan' di tangan Sekda hingga anggota DPRD baru mengetahuinya lewat media.

"Harusnya dipecat, dan juga ini kan proses hukum. Kebetulan Pak mantan Sekda, Pak Fahrudin kayaknya sudah melaporkan (ke polisi)," jelasnya.

Ia pun mengancam akan membawa gelombang massa yang lebih besar jika Bupati Rembang tidak segera mengusut tuntas oknum pejabat di balik pemalsuan dokumen anggaran tersebut.

Setelah situasi sempat memanas, pimpinan dewan akhirnya melunak. Perwakilan massa aksi kemudian dipersilakan masuk untuk melakukan mediasi.

Ketua DPRD Rembang, Abdul Rouf, mengatakan pihaknya menyepakati tuntutan warga untuk membawa perkara ini ke forum yang lebih besar melalui audiensi resmi.

"Alhamdulillah setelah adanya pertemuan dari perwakilan massa dari Forrbes ada 4 atau 5 orang, tadi disepakati akan dilakukan audiensi di ruang Paripurna DPRD," ujar Abdul Rouf seusai pertemuan.

*Kontributor Blora

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya