Berita

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik. (Foto: Alifia Dwi)

Bisnis

Bos BEI Bantah Saham Rp1 Jadi Biang Kerok IHSG Anjlok

SENIN, 28 SEPTEMBER 2026 | 21:41 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik membantah penerapan batas minimum harga saham Rp1 menjadi penyebab Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan Senin, 28 September 2026.

Pernyataan itu disampaikan Jeffrey menyusul IHSG yang ditutup melemah 94,03 poin atau 1,51 persen ke level 6.147,85 pada perdagangan hari pertama penerapan aturan baru tersebut.

Menurut Jeffrey, respons pasar terhadap pemberlakuan batas minimum harga saham dari sebelumnya Rp50 menjadi Rp1 justru cenderung positif.


"Harusnya tidak demikian. Pertama, pada saat ini mau diberlakukan respons dari pasar yang positif," kata Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta.

Jeffrey juga menilai saham-saham yang selama ini tertahan di level Rp50 memiliki bobot yang relatif kecil terhadap pergerakan IHSG. Karena itu, penurunan harga sejumlah saham di bawah Rp50 tidak serta-merta memberikan tekanan signifikan terhadap indeks.

"Yang kedua, tentu bobot dari saham-saham yang sudah lama di harga Rp50 itu bobotnya terhadap IHSG juga tidak besar," jelasnya.

Meski begitu, Jeffrey mengakui penerapan batas minimum Rp1 dapat meningkatkan volatilitas dalam jangka pendek, khususnya ketika saham-saham yang sebelumnya tertahan di Rp50 mulai menemukan harga barunya.

Pasalnya, sejumlah saham diketahui telah bertahun-tahun berada di level Rp50 tanpa transaksi. Kondisi tersebut menunjukkan harga Rp50 belum tentu mencerminkan kesepakatan nilai yang diinginkan pelaku pasar.

Dia menambahkan, proses pencarian harga wajar tersebut membutuhkan waktu karena saham tetap akan menghadapi mekanisme auto rejection hingga menemukan titik keseimbangan baru

"Karena saham-saham yang ada di harga Rp50 itu ada yang sudah bertahun-tahun, di harga Rp50 tanpa ada transaksi. Artinya, memang kesepakatan dari pelaku, dari investor ya mungkin karena fair value-nya tidak di Rp50. Dan saat ini sedang mencari fair value-nya," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya