Berita

Siswa Sekolah Rakyat. (Foto: Dok. Kemensos)

Politik

Sekolah Rakyat jadi Jalan Pemerataan Pendidikan Seluruh Wilayah Indonesia

SENIN, 28 SEPTEMBER 2026 | 19:06 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Program Sekolah Rakyat didorong menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan kelompok rentan di berbagai wilayah Indonesia.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) menilai, pendidikan berkualitas tidak boleh ditentukan kondisi ekonomi keluarga maupun wilayah tempat seorang anak dilahirkan.

“Pendidikan berkualitas tidak boleh menjadi kemewahan. Tidak boleh hanya menjadi milik mereka yang lahir di kota-kota besar atau keluarga mampu saja. Tidak boleh ada diskriminasi dalam pendidikan. Pendidikan adalah hak untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa,” ujar Zulhas dikutip redaksi, Senin, 28 September 2026.


Menurutnya, pembangunan kualitas manusia menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan Indonesia. Pendidikan tidak cukup hanya mengejar kemampuan akademik, tetapi juga harus membentuk generasi yang kreatif, mandiri dan memiliki integritas.

“Kuncinya adalah pendidikan, membangun kualitas manusia-manusia unggul, cerdas, inovatif, kreatif, dan mandiri. Generasi yang mencintai bangsa dan negaranya, generasi yang memiliki integritas pribadi yang kuat,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Eka Chandra Buana mengatakan, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas sekaligus pemerataan pendidikan sebagai bagian dari upaya memperbaiki indeks modal manusia.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui program Sekolah Rakyat yang memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Menurut Eka, sistem pendidikan Sekolah Rakyat yang menggunakan pola berasrama juga diarahkan untuk membentuk kedisiplinan, kemandirian dan kemampuan bekerja sama peserta didik.

“Jadi anak-anak jalanan yang belum pernah terjangkau itu dimasukkan ke dalam sekolah yang dormitory dan lain-lain. Di situ mereka diajarkan bagaimana disiplin, bagaimana kebersamaan. Sehingga kualitasnya nanti bisa sama,” jelas Eka.

Program tersebut diharapkan dapat mempersempit kesenjangan akses pendidikan antarkelompok masyarakat maupun antarwilayah.

Dengan terbukanya akses pendidikan bagi kelompok yang selama ini menghadapi keterbatasan, pemerintah menargetkan anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kualitas hidup.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya