Berita

Ilustrasi Segmen Sumber Gempa Megathrust di Indonesia (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

SENIN, 28 SEPTEMBER 2026 | 17:25 WIB | OLEH: TIFANI

Zona megathrust menjadi salah satu sumber gempa bumi kuat yang berada di kawasan Indonesia. Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, terdapat 14 segmen megathrust di Indonesia dan kawasan sekitarnya dengan potensi magnitudo maksimum yang berbeda-beda.

Potensi magnitudo maksimum atau maximum magnitude (Mmax) pada sejumlah segmen bahkan mencapai lebih dari M 9. Salah satunya adalah Megathrust Aceh-Andaman yang memiliki Mmax hingga 9,2, sedangkan Megathrust Jawa memiliki potensi magnitudo maksimum mencapai 9,1.

Meski demikian, angka tersebut bukan berarti gempa dengan magnitudo yang sama pasti akan terjadi. Nilai Mmax merupakan hasil pemodelan dan kajian terhadap karakteristik sumber gempa berdasarkan parameter yang diperhitungkan dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024.


Indonesia sendiri berada di wilayah tektonik aktif dan memiliki sejumlah zona subduksi yang berpotensi menjadi sumber gempa bumi kuat. Lantas, apa itu megathrust dan di mana saja sebarannya?

Apa Itu Megathrust?

Megathrust adalah zona pada batas pertemuan dua lempeng tektonik ketika salah satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya. Zona tersebut berada di wilayah subduksi dan dapat menjadi tempat terjadinya penumpukan energi.

BMKG menjelaskan, bidang pertemuan antarlempeng pada zona subduksi dapat mengalami penguncian sehingga menyimpan energi dalam jumlah besar. Ketika energi tersebut dilepaskan, dapat terjadi gempa bumi dengan magnitudo besar dan bidang patahan yang luas.

"Indonesia berada di wilayah tektonik yang aktif dan memiliki sejumlah zona subduksi yang berpotensi menjadi sumber gempa kuat. Megathrust merupakan sumber gempa pada zona subduksi, ketika dua lempeng tektonik saling berinteraksi," tulis BMKG dalam unggahannya di Instagram.

Sebaran 14 Segmen Megathrust

Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 yang disusun Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN), terdapat sejumlah segmen megathrust yang menjadi sumber gempa di kawasan Indonesia dan sekitarnya. Pembaruan peta tersebut memuat pemutakhiran sumber-sumber gempa berdasarkan data dan kajian terbaru. 

Setiap segmen memiliki potensi magnitudo maksimum atau Mmax yang berbeda. Sebaran segmen tersebut mencakup wilayah di sekitar pantai barat Sumatera, selatan Jawa, hingga kawasan timur Indonesia dan wilayah sekitarnya.

Berikut 14 segmen megathrust yang tercantum dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024:
  1. Megathrust Aceh-Andaman memiliki potensi magnitudo maksimum M 9,2.
  2. Megathrust Nias-Simeulue memiliki potensi magnitudo maksimum M 8,7.
  3. Megathrust Batu memiliki potensi magnitudo maksimum M 7,8.
  4. Megathrust Mentawai-Siberut memiliki potensi magnitudo maksimum M 8,9.
  5. Megathrust Mentawai-Pagai memiliki potensi magnitudo maksimum M 8,9.
  6. Megathrust Enggano memiliki potensi magnitudo maksimum M 8,9.
  7. Megathrust Jawa memiliki potensi magnitudo maksimum M 9,1.
  8. Megathrust Jawa bagian barat memiliki potensi magnitudo maksimum M 8,9.
  9. Megathrust Jawa bagian timur memiliki potensi magnitudo maksimum M 8,9.
  10. Megathrust Sumba memiliki potensi magnitudo maksimum M 8,9.
  11. Megathrust Sulawesi Utara memiliki potensi magnitudo maksimum M 8,5.
  12. Megathrust Palung Cotabato memiliki potensi magnitudo maksimum M 8,3.
  13. Megathrust Filipina Selatan memiliki potensi magnitudo maksimum M 8,2.
  14. Megathrust Filipina Tengah memiliki potensi magnitudo maksimum M 8,1.
Dari 14 segmen tersebut, Megathrust Aceh-Andaman memiliki nilai Mmax paling besar, yakni M 9,2. Berikutnya terdapat Megathrust Jawa dengan potensi magnitudo maksimum M 9,1.

Sejumlah segmen lainnya memiliki Mmax M 8,9, antara lain Megathrust Mentawai-Siberut, Mentawai-Pagai, Enggano, Jawa bagian barat, Jawa bagian timur, dan Sumba. Sementara itu, Megathrust Nias-Simeulue memiliki Mmax M 8,7, Sulawesi Utara M 8,5, Palung Cotabato M 8,3, Filipina Selatan M 8,2, serta Filipina Tengah M 8,1. Megathrust Batu memiliki potensi magnitudo maksimum M 7,8.

Apakah Gempa dengan Mmax Pasti Terjadi?

Potensi magnitudo maksimum yang tercantum dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 tidak menunjukkan bahwa gempa dengan angka tersebut pasti akan terjadi. Nilai Mmax merupakan hasil pemodelan dan kajian terhadap karakteristik sumber gempa. 

Angka tersebut menggambarkan potensi maksimum yang diperhitungkan berdasarkan parameter dan kajian sumber gempa. Karena itu, informasi mengenai zona megathrust perlu dipahami sebagai bagian dari kajian potensi bahaya gempa dan upaya mitigasi bencana, bukan sebagai prediksi waktu terjadinya gempa.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya