Berita

Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Prabowo Minta Kenaikan Biaya Haji 2027 Tidak Memberatkan Jemaah

SENIN, 28 SEPTEMBER 2026 | 16:52 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto berpesan agar perubahan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2027 tidak sampai memberatkan jemaah.

Pesan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas bersama Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 28 September 2026.

Irfan mengatakan, dalam rapat tersebut pihaknya menyampaikan hasil perhitungan bersama Komisi VIII DPR terkait kenaikan BPIH. 


Perhitungan itu mempertimbangkan berbagai perubahan akibat perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah yang turut berdampak terhadap kondisi ekonomi.

“Seperti kita tahu semua, ada banyak perubahan terkait dengan situasi geopolitik di Timur Tengah yang salah satunya berakibat berefek ke ekonomi. Memang ada beberapa angka-angka yang harus berubah," ujar Irfan. 

Meski terdapat perubahan angka BPIH, Irfan mengatakan Presiden berpesan agar penyesuaian tersebut tidak membebani jemaah secara signifikan.

Karena itu, pemerintah tengah mencari formulasi pembiayaan,  salah satunya dengan menata kembali komposisi antara Bipih yang dibayarkan jemaah dan nilai manfaat dana haji.

“Karena itu, kami juga mencari formulasi-formulasi bagaimana kita bisa walaupun angkanya berbeda, tapi jemaah tidak terlalu mendapatkan beban yang cukup besar,” ujarnya.

Dalam pembahasan tersebut, Presiden Prabowo menyarankan komposisi sekitar 52:48 agar beban yang ditanggung jemaah tidak terlalu berat.

"Presiden menyarankan sekitar 52 banding 48, sehingga dengan angka itu tidak terlalu memberatkan kepada jemaah,” tandas Irfan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya