Berita

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Finansial

Perbesar Likuiditas Ekonomi

BI Pangkas Yield dan Outstanding SRBI

SENIN, 28 SEPTEMBER 2026 | 14:43 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Bank Indonesia (BI) terus mendorong penurunan yield dan outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk memperbesar ruang likuiditas yang dapat mengalir ke perekonomian.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, yield SRBI tenor 12 bulan saat ini telah turun menjadi 6,76 persen, dari level tertingginya yang sempat mencapai 7,74 persen.

"Kami juga terus mendorong penurunan yield dan outstanding dari SRBI, di mana yield SRBI 12 bulan saat ini berada di level 6,76 persen dan lebih rendah dibandingkan level tertingginya yaitu 7,74 persen," ujar Destry saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin, 28 September 2026. 


Selain yield, outstanding SRBI juga terus menyusut. Destry mencatat, outstanding SRBI telah turun dari Rp1.096 triliun menjadi Rp1.013 triliun pada 23 September 2026.

Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan Juni 2026 yang mencapai Rp1.072,62 triliun, meski masih lebih tinggi dibandingkan posisi Januari 2026 sebesar Rp754,76 triliun.

Menurut Destry, penurunan outstanding SRBI memberikan ruang likuiditas yang lebih besar untuk mengalir ke perekonomian.

"Secara makro kondisi likuiditas sejauh ini masih cukup terkendali," kata Destry.

Hal tersebut antara lain tercermin dari suku bunga pasar uang antarbank overnight yang telah turun menjadi 5,91 persen, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi 6,61 persen pada Juni.

Upaya memperlonggar likuiditas juga dilakukan BI melalui instrumen FX Swap dan repo. Secara kumulatif, tambahan likuiditas yang disalurkan melalui kedua instrumen tersebut telah mencapai sekitar Rp387 triliun sepanjang tahun ini.

Selain melalui operasi moneter, BI mengoptimalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Hingga minggu pertama September, insentif likuiditas yang telah diberikan mencapai Rp461,2 triliun.

BI juga memperkenalkan KLM Pendalaman Pasar Uang untuk mendorong efektivitas penyaluran kredit perbankan.

Dalam kebijakan tersebut, bank dengan penempatan dana pada surat berharga, termasuk SBI maupun SRBI, lebih dari 19 persen tidak akan memperoleh tambahan insentif.

Sebaliknya, bank dengan kepemilikan surat berharga di bawah 19 persen dan menyalurkan kredit akan memperoleh tambahan insentif sebesar 2 persen.

Dengan demikian, total insentif KLM yang dapat diperoleh bank tersebut mencapai 6 persen, termasuk insentif pembiayaan sebesar 4 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya