Berita

Kalapas Cibinong nonaktif Wisnu Hani Putranto. (Foto: Repro YouTube TVP)

Parlemen

Kalapas Cibinong Gelagapan Dicecar Komisi XIII DPR

SENIN, 28 SEPTEMBER 2026 | 14:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ekspresi panik bercampur gelagapan terlihat dari Kepala Lapas Cibinong nonaktif Wisnu Hani Putranto saat dicecar Anggota Komisi XIII DPR Yanuar Arif dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 28 September 2026.

Awalnya Wisnu diminta menjelaskan temuan fasilitas mewah di rumah dinas, mulai dari sofa, AC hingga pigura yang sebelumnya menjadi bagian dari sidak Ombudsman RI di Lapas Kelas IIA Cibinong,  belum lama ini.

Yanuar pun mencecar Wisnu mengenai pihak yang memerintahkan pemindahan barang-barang tersebut setelah temuan Ombudsman mencuat. Wisnu mengakui dirinya yang memberikan perintah dengan alasan barang-barang itu bukan milik negara.


"Siap. Mohon izin Bapak, yang memerintahkan adalah saya, Bapak,” kata Wisnu sambil mengangguk.

Terlihat juga jajaran Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) mengenakan masker. 

Kondisi ini jauh berbeda saat Ombudsman melakukan sidak pada Rabu lalu, 23 September 2026. Mereka dengan gagah menghalau sejumlah pihak dari Ombudsman.

Selanjutnya Yanuat menanyakan siapa yang memasukkan barang-barang tersebut. Wisnu menyebut petugas, sementara penanggung jawab rumah dinas disebut Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban.

Saat ditanya mengapa barang baru dipindahkan setelah Ombudsman datang, Wisnu menjawab pihaknya tidak pernah masuk ke rumah anggota. Jawaban itu langsung dipersoalkan Yanuar.

"Bapak jangan bohong lah. Ini disaksikan oleh semua publik, Pak. Melihat peristiwa kemarin Pak Menteri datang ke sana dengan situasi yang berbeda, Anda bukan cuma bohongin Pak Menteri. Anda bohongin seluruh rakyat Indonesia, Pak. Ini enggak bisa dibenarkan,” kata Legislator PKS ini.

Pemeriksaan berlanjut ke pigura atas nama Jimmy Masrin yang disebut berada di rumah dinas Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Cibinong. Yanuar kembali meminta Wisnu menjelaskan sejak kapan mengetahui keberadaan pigura tersebut.

Namun, Wisnu kembali memberikan jawaban yang belum tuntas.

"Siap Bapak, mohon izin. Kami mendapatkan informasi atas nama tersebut kurang lebih...,” kata Yanuar sambil menoleh.

Yanuar kembali meminta jawaban yang lebih spesifik.

"Mana nih... Mana nih... Berapa lama... Jangan bohong ya, Pak,” tegasnya.

Yanuar selanjutnya mempertanyakan tidak adanya CCTV di area rumah dinas. Wisnu mengakui CCTV penting, namun menyebut kamera pengawas hanya dipasang di area tertentu.

Yanuar mempertanyakan mengapa selama sekitar tiga tahun tidak ada pengajuan pemasangan CCTV di lokasi tersebut.

"Kan aneh, Anda 3 tahun di sana ada tiga periodik anggaran Anda tidak mengajukan untuk pemasangan CCTV, kan konyol namanya ini,” kata Yanuar.

Lebih jauh, Yanuar kemudian meminta seluruh persoalan di Lapas Cibinong diusut secara transparan. Ia menegaskan sanksi tidak boleh berhenti pada penonaktifan jika pemeriksaan menemukan pelanggaran atau unsur pidana.

"Siapa yang bersalah, berikan sanksi ya, dan jangan ditutup-tutupi. Bukan hanya nonaktif. Kalau memang ditemukan ada unsur pidana di situ, proses pidana,” tandas Yanuar.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya