Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bursa

Harga Bitcoin Tertekan oleh Keputusan Trump

SENIN, 28 SEPTEMBER 2026 | 14:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga Bitcoin kembali tertekan. Aset kripto terbesar di dunia itu turun 1,54 persen dalam 24 jam ke 83.266,66 Dolar AS, menurut data CoinMarketCap, Senin 28 September 2026.

Penurunan Bitcoin terjadi ketika investor mulai mengurangi aset berisiko di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Laporan bahwa Donald Trump menolak proposal diplomatik Iran terkait Selat Hormuz turut memperbesar kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik baru.

Tekanan jual kemudian semakin kuat karena aksi pengurangan posisi berleverage. Dalam 24 jam, lebih dari 51 juta Dolar AS posisi Bitcoin dilikuidasi secara paksa. Nilai tersebut melonjak sekitar 383 persen dibandingkan periode sebelumnya. Dalam waktu singkat, lebih dari 10 juta Dolar AS posisi beli juga dilaporkan terhapus akibat likuidasi.


Dari sisi teknikal, Bitcoin saat ini masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah gagal menembus zona penawaran di kisaran 86.000-87.300 Dolar AS. Area tersebut menjadi salah satu level yang perlu ditembus Bitcoin jika ingin kembali menguat.

Sementara itu, area 80.000-82.000 Dolar AS menjadi titik penting yang perlu diperhatikan. Jika harga mampu bertahan di zona tersebut, Bitcoin masih berpeluang kembali menguji level resistensi di atasnya.

Sebaliknya, apabila tekanan jual membawa Bitcoin turun di bawah 80.000 Dolar AS, struktur pergerakan harga akan semakin tertekan. Level berikutnya yang menjadi perhatian pasar berada di sekitar 78.000 Dolar AS.

Pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan juga berpotensi dipengaruhi data ekonomi AS. Laporan ketenagakerjaan AS yang dijadwalkan terbit pada 2 Oktober dapat menjadi pemicu tambahan volatilitas di pasar, terutama jika hasilnya mengubah ekspektasi investor terhadap kebijakan suku bunga The Federal Reserve. 


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya