Berita

Kalapas Cibinong nonaktif Wisnu Hani Putranto. (Foto: Repro YT TVP)

Parlemen

Konyol! Rumah Dinas Lapas Cibinong Tanpa CCTV

SENIN, 28 SEPTEMBER 2026 | 13:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi XIII DPR meminta kasus dugaan fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong tidak berhenti pada penonaktifan sejumlah pejabat.

Anggota Komisi XIII DPR Yanuar Arif berpandangan bahwa kasus Lapas Cibinong harus menjadi pintu masuk untuk membenahi tata kelola lembaga pemasyarakatan secara menyeluruh.

"Ya, saya melihat kasus Cibinong ini, ini hanyalah pintu masuk, Pak Dirjen," kata Yanuar dalam rapat bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dan Kalapas Cibinong nonaktif terkait temuan fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 28 September 2026.


Yanuar juga mencecar Kalapas Cibinong nonaktif Wisnu Hani Putranto perihal pemindahan sejumlah barang yang sebelumnya terlihat dalam temuan Ombudsman, seperti sofa dan AC. 

Dalam rapat, Wisnu Hani Putranto mengakui dirinya yang memerintahkan pemindahan karena barang-barang tersebut bukan milik negara.

Ia kemudian menyoroti tidak adanya CCTV di area rumah dinas, padahal fasilitas tersebut dinilai penting untuk mengawasi aktivitas orang dan barang.

"Kan aneh, Anda 3 tahun di sana ada tiga periodik anggaran, tapi Anda tidak mengajukan untuk pemasangan CCTV. Kan konyol namanya ini. Padahal kalau itu ada selesai kok, kita tahu siapa yang keluar masuk di situ, siapa yang angkat-angkat barang di sana. Ya kan?” kata Yanuar.

Yanuar turut menyoroti masa tugas pejabat serta kebijakan rotasi dan mutasi di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, proses tersebut harus mempertimbangkan rekam jejak dan sistem merit.

"Jangan mutasi ini malah dijadikan ajang konsolidasi ya, ajang untuk saling menutupi. Dan yang lebih mengerikan lagi, kalau ini dijadikan sebuah instrumen untuk penyelewengan,” kata Yanuar.

Ia meminta seluruh temuan di Lapas Cibinong diusut secara transparan. Jika ditemukan pelanggaran disiplin, sanksi harus diberikan, sementara dugaan tindak pidana harus diproses secara hukum.

"Siapa yang bersalah, berikan sanksi ya, dan jangan ditutup-tutupi. Bukan hanya nonaktif. Kalau memang ditemukan ada unsur pidana di situ, proses pidana,” tandas Yanuar.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya