Berita

Terminal LNG PT Perta Arun Gas. (Foto: Dok. PAG)

Energi

Terminal LNG PT Perta Arun Gas Jadi Pusat Baru Bisnis Gassing Up and Cooling Down

SENIN, 28 SEPTEMBER 2026 | 13:45 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

PT Perta Arun Gas (PAG) yang merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina dan anak perusahaan dari PT Pertamina Gas (Pertagas), memperkuat posisinya menjadi global integrated Energy Hub sebagai one stop energy provider melalui layanan pengoperasian Gassing Up and Cooling Down (GUCD) bagi kapal LNG internasional dan domestik yang beroperasi di Terminal Arun, Lhokseumawe, Aceh.

GUCD merupakan rangkaian pengoperasian untuk memastikan tangki kapal LNG berada dalam kondisi ideal dan aman sebelum memuat molekul LNG. Dalam industri energi, tangki kapal tidak dapat langsung dilakukan pemuatan LNG begitu saja. 

Langkah ini menjadi prosedur keselamatan utama untuk menjaga ketahanan struktur tangki kapal, mencegah potensi bahaya akibat perubahan suhu yang drastis, serta menjamin kualitas muatan LNG tetap terjaga selama proses pengiriman.


Diawali pada tahun 2023, PAG menerima pelanggan layanan GUCD pertama dari BP Singapore dengan jumlah volume ± 4.900 m³ dan aktual molekul sebesar 115.060,000 Million British Thermal Unit (MMBTU). 

Seiring dengan meningkatnya kepercayaan pelanggan, hingga tahun 2026 PAG telah memasarkan jasa bisnis ini secara masif dan menerima lebih dari 38 kapal yang berasal dari lebih 15 perusahaan dunia yang menggunakan layanan GUCD dan jumlah tersebut diproyeksikan terus bertambah setiap tahunnya.

Sampai dengan saat ini, di tahun 2026 telah menerima 18 kapal kargo sehingga total aktual volume LNG yang diterima sebesar ± 70.000 m³ dengan aktual molekul sebesar ± 1,6 juta MMBTU. Memasuki September 2026, PAG terus menunjukkan perkembangan dan memperluas lini bisnis dengan berbagai perusahaan LNG Global. 

Dengan pengalaman operasional dan dukungan infrastruktur LNG yang dimiliki, PAG terus mengembangkan kapabilitas bisnis GUCD sebagai bagian dari upaya menjadikan PAG sebagai GUCD Center yang mampu melayani kebutuhan kapal LNG dari berbagai pelaku industri, baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar internasional. 

Pertumbuhan ini sejalan dengan strategi PAG untuk mengoptimalkan fasilitas Terminal Arun dan memperluas portofolio kerja sama dengan para pemain LNG global serta international counterparts.

Melalui dukungan fasilitas LNG Terminal Arun dan pengalaman operasional yang dimiliki, PAG mampu menyediakan layanan GUCD dengan mengedepankan aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE), keandalan fasilitas, operational excellence, serta kualitas pelayanan terhadap pelanggan.

President Director, Yan Syukharial menyampaikan bahwa pengembangan layanan GUCD merupakan bagian dari komitmen PAG dalam mengoptimalkan aset Arun sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia layanan LNG yang terintegrasi.

“Layanan GUCD menjadi salah satu bentuk optimalisasi infrastruktur LNG Terminal Arun sekaligus wujud komitmen PAG dalam memberikan layanan yang aman, andal, dan berkualitas kepada para pengguna jasa,” ujar Yan dalam keterangannya, Senin 28 September 2026.

“Ke depan, kami melihat peluang bisnis GUCD mempunyai potensi yang sangat besar. Sebelumnya, hanya Singapura yang menjadi pemain utama bisnis GUCD di Asia namun saat ini Terminal PAG telah menjadi pusat baru bagi kapal LNG di Asia," sambungnya.

Peningkatan volume dan bertambahnya pelanggan menjadi momentum bagi PAG untuk terus meningkatkan utilisasi aset, memperkuat kompetensi sumber daya manusia, dan meningkatkan keandalan fasilitas. 

"Dengan begitu, Terminal LNG Arun dapat semakin berperan dalam mendukung kebutuhan LNG nasional maupun pasar internasional,” tutup Yan.

Keberadaan layanan GUCD juga semakin memperkuat peran Arun sebagai bagian dari pengembangan LNG Hub di Kawasan Asia. 

Dengan dukungan fasilitas terminal, storage, jetty, serta infrastruktur LNG yang terintegrasi, PAG terus mengembangkan berbagai layanan untuk mendukung kebutuhan rantai pasok LNG, termasuk penerimaan, penyimpanan, regasifikasi, unloading & reloading, serta layanan lainnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya