Berita

Rektor Universitas Tanri Abeng, Suyanto. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Nusantara

Rektor Universitas Tanri Abeng:

Penting Riset Keterbukaan Informasi Publik di Jakarta

SENIN, 28 SEPTEMBER 2026 | 13:33 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Perguruan tinggi tidak boleh berhenti mengajarkan literasi keterbukaan informasi publik, tetapi ikut meneliti bagaimana praktiknya berjalan di Jakarta. Hasil penelitian tersebut bahkan dinilai dapat dikembangkan menjadi jurnal hingga buku.

Rektor Universitas Tanri Abeng, Suyanto mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam keterbukaan informasi publik melalui fungsi penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D).

“Jadi kita kembangkan ilmu pengetahuan yang ada di perguruan tinggi. Nanti mungkin bisa kita lakukan penelitian bagaimana keterbukaan informasi publik yang ada di Jakarta ini,” kata Suyanto dalam Talkshow Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026 di Universitas Tanri Abeng, Senin, 28 September 2026. 


Ia menyebut penelitian tersebut tidak harus berhenti sebagai kegiatan akademik. Hasilnya dapat dikembangkan menjadi karya ilmiah yang memberikan gambaran mengenai praktik keterbukaan informasi publik di Jakarta.

“Nanti bisa menjadi sebuah jurnal. Bahkan bisa menjadi sebuah buku tulisan,” kata Suyanto.

Suyanto menilai fungsi penelitian merupakan bagian dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, selain pendidikan dan pengajaran serta pengabdian kepada masyarakat.

Dalam konteks keterbukaan informasi publik, ia mendorong mahasiswa dan sivitas akademika tidak hanya memahami aturan, tetapi turut mengembangkan pengetahuan melalui penelitian.

“Karena peran perguruan tinggi adalah tridharma. Jadi pendidikan pengajaran pada hari ini kita lakukan, penelitian, dan terakhir pengabdian kepada masyarakat,” kata Suyanto.

Ia juga menekankan bahwa hasil pengetahuan yang diperoleh di lingkungan perguruan tinggi perlu diteruskan kepada masyarakat.

Menurutnya, perguruan tinggi dapat menjadi salah satu penggerak perubahan dengan menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat.

“Setelah dapat ilmu ini, andai-andai jangan hanya berhenti di Anda, berikan ke masyarakat lingkungan,” tutup Suyanto.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya