Berita

Banjir di Bangkok Thailand (Foto: X)

Dunia

700 Ribu Warga Terdampak Banjir Parah di Bangkok

SENIN, 28 SEPTEMBER 2026 | 13:13 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Banjir parah melanda sejumlah wilayah Bangkok, Thailand, hingga berdampak terhadap sekitar 329 ribu keluarga atau sekitar 700 ribu orang.

Wakil Gubernur Bangkok Tavida Kamolvej mengatakan, wilayah terparah berada di distrik Lat Krabang dengan jumlah warga terdampak mencapai 30 ribu-40. Ribuorang. 

Di distrik Bang Kapi, yang mencakup kawasan Khlong Chan dan permukiman sekitarnya, sekitar 20 ribuorang turut terdampak.


Sementara itu, sekitar 30 ribu-40 ribu warga terdampak di distrik Khannayao. 

Adapun sekitar 10 ribu orang lainnya terdampak banjir di sejumlah permukiman dekat kanal di distrik Laksi, Saphan Sung, dan Suan Luang.

Banjir juga membuat sekitar 1.500 warga yang terbaring di tempat tidur harus dievakuasi dari rumah mereka yang terendam menuju rumah sakit milik Bangkok Metropolitan Administration (BMA).

BMA kini membutuhkan bantuan makanan kering dan air minum untuk warga terdampak. 

"Kita membutuhkan ratusan ribu botol air minum, sekarang juga," ujar Wakil Gubernur Bangkok, dikutip dari Bangkok Post, Senin, 28 September 2026.

Selain bantuan logistik, City Hall juga membutuhkan dapur bergerak, kendaraan dengan jarak bebas tanah tinggi, serta perahu kecil untuk menjangkau warga di kawasan yang terendam banjir cukup dalam. Layanan bantuan dapat diakses melalui hotline 1669 dan 1555.

Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan proses drainase terus dilakukan dan permukaan air di kanal diperkirakan mulai surut. 

“Banjir di permukiman akan surut perlahan karena permukaan kanal harus turun terlebih dahulu. Pompa akan dipasang di permukiman dataran rendah untuk mempercepat pengeringan,” ujarnya. 

Sementara itu, Wakil Gubernur Wisanu Subsompon mengatakan pengeringan kanal utama Saen Saep dan Prawet Burirom membutuhkan sekitar tiga hari, sedangkan kawasan Lat Krabang yang terendam parah dapat membutuhkan waktu sekitar satu pekan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya