Berita

Jokowi dan Kaesang. (Foto: Net)

Politik

Partai Gurem, Safari Jokowi Sulit Dongkrak Elektoral PSI

SENIN, 28 SEPTEMBER 2026 | 10:29 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Bandung dan Bekasi pada 26-27 September 2026 dinilai berkaitan dengan upaya mendongkrak elektoral Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjelang Pemilu 2029.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan, kunjungan Jokowi ke Jawa Barat, khususnya Bandung dan Bekasi, bukan sekadar kunjungan seremonial maupun konsolidasi internal PSI.

"Pilihan safari politik Jokowi ke Jawa Barat, khususnya ke Bandung dan Bekasi, tampaknya bukan sekedar kunjungan seremonial dan konsolidasi internal PSI. Jokowi mengunjungi dua lokasi itu tentunya punya tujuan politik tertentu, khususnya target masuk Senayan pada Pileg 2029," kata Jamiluddin kepada wartawan, Senin, 28 September 2026.


Menurutnya, Bandung dipilih karena menjadi daerah dengan perolehan suara PSI paling tinggi di Jawa Barat pada Pileg 2024. PSI berhasil mengamankan empat kursi di DPRD Kota Bandung, meningkat dari tiga kursi pada periode sebelumnya.

"Karena itu, melalui safari politik Jokowi, diharapkan perolehan suara itu tidak hanya dipertahankan tapi juga dapat dilipatgandakan pada Pileg 2029," ujarnya.

Hal serupa, kata Jamiluddin, berlaku untuk Bekasi. Wilayah perkotaan seperti Kota Bekasi juga dinilai menjadi salah satu daerah yang menyumbang suara signifikan bagi PSI.

"Karena itu, PSI berharap melalui safari politik Jokowi diharapkan terjadi penguatan pada pemilih PSI. Setidaknya pemilih PSI tidak lari ke partai lain pada pileg mendatang," tuturnya.

Jamiluddin menilai Jokowi memiliki daya tarik dan kredibilitas yang diharapkan dapat membantu PSI meningkatkan elektoralnya.

"Jadi, pilihan safari politik Jokowi ke Bandung dan Bekasi tampaknya untuk meningkatkan elektoral PSI. Bagi PSI, Jokowi sosok yang punya daya tarik dan kredibel dalam menjaga dan meningkatkan elektoral partai," katanya.

Namun, efektivitas safari politik Jokowi untuk mendongkrak elektoral PSI dinilai masih perlu diuji. Sebab, setelah Jokowi melakukan safari politik ke Lampung dan Nusa Tenggara Timur, elektoral PSI disebut masih rendah.

"Hasil survei Poltracking Indonesia terbaru, elektabilitas PSI hanya 2,3 persen. Elektabilitas PSI ini justru turun bila dibandingkan dengan perolehan suara PSI pada Pileg 2024 yang mencapai 2,81 persen," jelasnya.

Menurut Jamiluddin, kondisi tersebut menunjukkan safari politik Jokowi sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap elektoral PSI.

"Jadi, safari politik Jokowi hingga saat ini belum dapat meningkatkan elektrotal PSI. Hasil tersebut juga diperkirakan akan sama usai Jokowi safari politik ke Bandung dan Bekasi. Elektoral PSI akan tetap rendah dan diperkirakan akan tetap bertahan menjadi partai gurem," tandasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya