Berita

Ketua DPW Partai NasDem Maluku Abdullah Vanath (di podium) Foto: Dokumen pribadi

Politik

Dari Pulau Seram, NasDem Maluku Siapkan Program Aren untuk Ketahanan Pangan dan Energi

SENIN, 28 SEPTEMBER 2026 | 09:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Maluku mendukung penuh program ketahanan pangan dan energi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui pengembangan sektor pertanian di Maluku.

Dukungan tersebut, dijalankan sesuai arahan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, salah satunya melalui pengembangan komoditas aren dan bioetanol.

Ketua DPW Partai NasDem Maluku Abdullah Vanath menilai pengembangan tanaman aren dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus membantu menekan angka kemiskinan di Maluku.


Menurutnya, NasDem Maluku akan mendorong program tersebut melalui organisasi sayap Petani dan Nelayan NasDem. Salah satu program yang disiapkan yakni produksi gula aren yang dimulai dari Pulau Seram.

"Maluku ini dikenal sebagai provinsi dengan tingkat kerawanan tertinggi dan salah satu pemicunya adalah alkohol," kata Abdullah dalam keterangannya dikutip Senin, 27 September 2026.

Ia menjelaskan, pohon aren atau gamutu memiliki sejumlah produk turunan, salah satunya sopi. Potensi tersebut dinilai dapat dialihkan menjadi produk bernilai ekonomi berupa gula aren bubuk dan cair untuk pasar ekspor.

"Ini adalah cita-cita saya sejak awal dan kita akan melakukan diversifikasi dari nirai yang diproduksi melalui tanaman aren itu akan kita produksi gula aren dalam bentuk bubuk dan juga cair dan itu akan kita ekspor masuk pasar ekspor baik Eropa termasuk Eropa Timur dan juga wilayah-wilayah Arab,” tuturnya.

Abdullah menegaskan, pengentasan kemiskinan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Partai politik juga dinilai perlu mengambil peran melalui program konkret yang menyentuh masyarakat.

"Saya yakin benar bahwa tugas memangkas kemiskinan rakyat Indonesia bukanlah tanggung jawab pemerintah saja. Semua organisasi termasuk organisasi-organisasi politik harus bertanggung jawab untuk pengentasan kemiskinan di Indonesia,” ujarnya.

Ia menyebut Maluku memiliki lebih dari 1.200 desa dengan sebagian masyarakat bergantung pada sektor pertanian dan perikanan. Karena itu, pengembangan komoditas yang mampu bertahan menghadapi kondisi iklim ekstrem dinilai penting.

"Mimpi saya melalui Petani Nasdem Maluku harus bisa memberi kontribusi penerimaan bagi masyarakat Maluku dalam satu tahun itu bisa mencapai lebih dari 200 miliar rupiah,” katanya.

Menurut Abdullah, pohon aren memiliki daya tahan terhadap musim kemarau karena akarnya dapat menembus tanah hingga kedalaman lebih dari 12 meter. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan secara luas di Maluku.

Ia mencontohkan, apabila setiap desa memiliki petani yang mengembangkan pohon aren, perputaran ekonomi dari produksi nira berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.

"Maluku itu terdiri dari 1.200 desa, lebih 1.200 desa. Pohon aren itu sudah kita hitung , minimal sehari itu dia bisa memproduksi nira 15 liter. Jika seseorang dia punya cukup tiga pohon saja dalam satu kampung dari 1.200 lebih desa di Maluku, maka produksinya setiap hari itu duitnya berputar dan diproyeksikan hampir mencapai setengah triliun rupiah,” tuturnya.

Abdullah menegaskan, pengembangan sektor pertanian dan nelayan menjadi bagian dari strategi NasDem Maluku untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan dan energi.

"Penyumbang kemiskinan terbesar di Maluku itu adalah para petani dan nelayan. Jika para petani dan nelayan itu bisa kita sejahterakan melalui beberapa langkah-langkah konkret yang bisa kita terapkan, maka itu sama saja dengan merubah kemiskinan di Maluku ini menjadi lebih baik,” tutupnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya