Berita

Menlu RI Sugiono (Foto: Kemlu RI)

Global

Sugiono Tegaskan Ketahanan Nasional Penting untuk Wujudkan Stabilitas Global

SENIN, 28 SEPTEMBER 2026 | 09:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan pentingnya membangun ketahanan nasional sebagai fondasi bagi kawasan yang stabil dan sistem multilateral yang mampu menjawab berbagai tantangan global.

Menurut Sugiono, berbagai kemajuan yang dicapai dunia dalam delapan dekade terakhir berjalan beriringan dengan munculnya beragam krisis dan konflik. 

Karena itu, ketahanan nasional menjadi pijakan awal untuk membangun multilateralisme yang tangguh. 


Indonesia, kata dia, memperkuat ketahanan nasional melalui kemandirian pangan dan ketahanan energi, investasi pada pendidikan dan kesehatan, serta pembangunan ekonomi yang mampu menghadapi berbagai guncangan.

“Pelajarannya jelas, yaitu agar perdamaian dan kemakmuran dapat bertahan, multilateralisme juga harus tangguh. Ini berarti multilateralisme harus mampu beradaptasi, merespons, dan yang terpenting, memberikan hasil,” tegasnya dalam Pernyataan Nasional Indonesia pada Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat, dikutip Senin, 28 September 2026.

Sugiono juga menekankan bahwa ketahanan nasional Indonesia turut ditopang persatuan dalam keberagaman, demokrasi, HAM, dan supremasi hukum. 

“Dari Aceh sampai Papua, dari Miangas sampai Rote, Indonesia adalah satu rakyat, satu bangsa,” ujarnya. 

Ketahanan nasional tersebut, lanjut Sugiono, menjadi fondasi bagi ketahanan kawasan, sebagaimana ASEAN yang selama hampir enam dekade mampu mengelola perbedaan, menjaga komunikasi, dan mencari titik temu.

Di tingkat global, Sugiono menggarisbawahi peran PBB yang tidak tergantikan, namun sistem multilateral tetap harus bertransformasi agar lebih representatif, tangkas, dan mampu memberikan hasil konkret. 

Indonesia juga menegaskan komitmennya terhadap penyelesaian krisis Palestina serta mencalonkan diri sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030 dengan tema “Fostering Unity, Advancing Peace.” 

“Hanya melalui ketahanan bersama, PBB akan cukup kuat untuk memenuhi janji yang kita buat 81 tahun lalu: masa depan yang damai bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya