Berita

Gedung KPK. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

Usut Aliran Dana Rp2,94 Miliar, KPK Diminta Tidak Berhenti di Henri Lincoln

SENIN, 28 SEPTEMBER 2026 | 09:15 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Jejak uang dalam perkara dugaan suap ijon proyek Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kian mengarah ke lingkaran Dinas Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK). 

Terkait aliran dana itu, KPK Watch Indonesia mengapresiasi langkah KPK memeriksa Henri Lincoln, Kepala Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi, sebagai saksi. Penyidik juga menyita sejumlah uang yang diduga berkaitan dengan penerimaan dari pengusaha Sarjan.

Nama Henri sebelumnya telah muncul dalam surat dakwaan JPU KPK terhadap Sarjan yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Bandung pada 9 Maret 2026. Henri disebut menerima Rp2,94 miliar dari Sarjan terkait proyek-proyek di lingkungan Pemkab Bekasi.


Direktur Eksekutif KPK Watch Indonesia M. Yusuf Sahide meminta KPK tidak berhenti pada Henri. Penyidik juga didorong menelusuri pihak lain di lingkungan SDABMBK, termasuk Tenny Intania, yang pernah menjabat Kepala Bidang Bina Konstruksi.

“Jangan hanya telusuri siapa yang menerima uang. Bongkar untuk proyek apa uang itu diberikan, siapa yang mengatur, siapa yang menentukan pemenang, dan ke mana alirannya,” kata Yusuf kepada wartawan, Senin 28 September 2026.

Dalam dakwaan Sarjan, kata Yusuf, perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengannya disebut memperoleh sejumlah proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp107,6 miliar.

Karena itu, katanya lagi, titik penting pengembangan perkara ini bukan hanya uang yang berpindah tangan, tetapi juga proyek yang diduga menjadi tujuan transaksi.

"KPK kini ditantang membuka seluruh mata rantai: dari uang, proyek, pejabat, hingga pihak yang diduga berada di balik pengaturan proyek tersebut," demikian Yusuf.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya