Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bursa

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

SENIN, 28 SEPTEMBER 2026 | 08:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan Senin pagi, 28 September 2026, tertekan oleh lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi. Ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) akan kembali menaikkan suku bunga semakin menambah beban harga logam.

Harga emas spot tercatat turun 0,7 persen menjadi 4.254,77 Dolar AS per ons pada pukul 07.10 WIB. Kondisi serupa juga terjadi pada harga emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember yang melemah 0,7 persen ke posisi 4.289,70 Dolar AS per ons.

Pelemahan ini dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah sebesar lebih dari 1 persen. Lonjakan tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik, meskipun pihak Iran menegaskan bahwa diplomasi tetap menjadi jalan penyelesaian terbaik.


Kenaikan harga energi dikhawatirkan dapat mendorong laju inflasi karena mendongkrak biaya di berbagai sektor ekonomi. Meskipun emas kerap dijadikan aset lindung nilai terhadap inflasi, komoditas ini justru cenderung tertekan di tengah suku bunga tinggi. Tingginya suku bunga mendongkrak imbal hasil obligasi, sehingga meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Tekanan di pasar logam mulia tidak hanya dialami oleh emas. Harga perak spot turut menyusut 1 persen menjadi 63,67 Dolar AS per ons. Sementara itu, platinum melemah 0,7 persen ke posisi 1.765,28 Dolar AS per ons, dan paladium turun 0,7 persen menjadi 1.257,70 Dolar AS per ons. 

Sebelumnya, The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada awal September, membawa kisaran target suku bunga ke level 3,75 persen hingga 4 persen. Berdasarkan data FedWatch Tool CME Group, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga lanjutan sebesar 66 persen pada bulan Oktober.

Sentimen pasar semakin tertekan setelah Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, menyampaikan kekhawatirannya bahwa inflasi yang terus tinggi dapat membuat masyarakat terbiasa menganggap kenaikan harga sebagai kondisi normal, sesuatu yang menurutnya harus dicegah oleh bank sentral. 

Di sisi lain, survei terbaru menunjukkan sentimen konsumen AS merosot ke level terendah dalam empat bulan pada September akibat kekhawatiran tergerusnya daya beli rumah tangga.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya