Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi. (Foto: Istimewa)
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) baru saja mengikuti ajang internasional WorldSkills Competition (WSC) ke-48 yang digelar pada 23-26 September 2026 di Shanghai World Expo Cultural Center, China.
Dalam ajang itu, Indonesia mengirimkan sebanyak 20 kompetitor yang terdiri dari siswa dan alumni SMK.
Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi menjelaskan banyak pembelajaran yang didapat dari gelaran WSC ini.
"Di Shanghai, saya semakin melihat bahwa WorldSkills bukan semata-mata kompetisi untuk mencari siapa yang paling terampil dan membawa pulang medali. WorldSkills adalah sebuah laboratorium besar yang memperlihatkan bagaimana tren pekerjaan berubah dan kompetensi seperti apa yang semakin dibutuhkan dunia," kata Didik dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu malam, 27 September 2026.
Lanjut dia, kompetisi semakin menarik lewat mekanisme Industry 4.0. Dimana, dua peserta bekerja sebagai satu tim, masing-masing sebagai seorang automation engineer berkolaborasi dengan network engineer.
Didik menilai, pemandangan sederhana itu menggambarkan perubahan besar dalam industri.
"Otomatisasi tidak lagi dapat dipisahkan dari jaringan. Mesin terhubung dengan data. Perangkat keras bertemu perangkat lunak. Seorang teknisi tidak cukup hanya mampu mengoperasikan peralatan; ia juga harus memahami sistem dan mampu bekerja dengan orang yang memiliki keahlian berbeda," bebernya.
Semakin mendalam, Didik juga menjelaskan hal serupa terlihat dalam Industrial Mechanics. Peserta harus menguasai pemesinan, pengelasan, perawatan, hingga perakitan dengan tingkat presisi tinggi.
Sementara itu, dalam Rail Vehicle Technology, para peserta dituntut mampu melakukan pekerjaan presisi sekaligus mendiagnosis dan mengidentifikasi gangguan yang ada di sistem kendaraan perkeretaapian.
Rail Vehicle Technology merupakan salah satu dari tujuh bidang baru yang dipertandingkan pada WorldSkills Shanghai 2026, bersama Dental Prosthetics, Digital Media Interactive Design, Intelligent Security Technology, Retail Sales, Software Testing, dan Unmanned Aerial Systems.
"Indonesia turut mengirimkan kompetitor untuk berpartisipasi dalam bidang Rail Vehicle Technology. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk terus mengikuti perkembangan bidang keterampilan yang dipertandingkan di tingkat global sekaligus memahami arah perubahan standar kompetensi yang dibutuhkan oleh industri," pungkas Didik.