Berita

Indra Kenz. (Foto: Istimewa)

Hukum

Indra Kenz Masih Wajib Lapor Sampai 2030 Usai Tinggalkan Lapas Cibinong

SENIN, 28 SEPTEMBER 2026 | 05:37 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Terpidana kasus investasi bodong aplikasi Binomo, Indra Kesuma alias Indra Kenz resmi mendapat bebas bersyarat dan keluar dari Lapas Kelas II A Cibinong sejak Kamis, 24 September 2026.

Walaupun sudah bebas, Indra Kenz masih memiliki kewajiban untuk melaksanakan wajib lapor.

"Benar pada hari Kamis Tanggal 24 September 2026 yang bersangkutan telah menjadi klien kami untuk melaksanakan bimbingan dan wajib lapor di Bapas Bogor. Untuk wajib lapornya dilaksanakan secara berkala 1 bulan sekali sampai dengan 2030," kata Kepala Badan Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Bogor, Jatmiko kepada wartawan di Jakarta, Minggu, 27 September 2026.


Selama proses bebas bersyarat, ada petugas dari Lapas yang terus melakukan pemantauan dan bimbingan terhadap Indra Kenz.

"Untuk pengawasannya kami telah menunjuk petugas Pembimbing Kemasyarakatan (PK) yang akan melaksanakan pembimbingan dan juga pengawasan kepada yang bersangkutan selama yang bersangkutan melaksanakan Program Pembebasan Bersyarat," jelas Jatmiko.

Sebagaimana diketahui, majelis hakim memvonis Indra Kenz dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp5 miliar atas kasus investasi bodong Binomo pada 2022.

Indra Kenz, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan penyebaran berita bohong disertai Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Indra pun terbukti melanggar Pasal 45A ayat (1) UU 19/2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Pasal 3 UU 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya