Berita

Produk tuna loin dari KNMP Tongke-Tongke, Sinjai, Sulsel. (Foto: Humas KKP)

Bisnis

KNMP di Sinjai Dongkrak Penghasilan Nelayan hingga Rp7 Juta per Bulan

SENIN, 28 SEPTEMBER 2026 | 02:27 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-Tongke di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan kembali mengirimkan 12 ton produk tuna loin menuju Jakarta. 

Konsistensi produktivitas perikanan di lokasi tersebut berimbas pada ikut meningkatnya pendapatan nelayan dari yang semula Rp4 juta menjadi Rp7 juta per bulan. 

Pelepasan 12 ton tuna loin dilakukan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono di KNMP Tongke-Tongke kemarin. Tuna loin akan digunakan sebagai bahan baku unit pengolahan ikan (UPI) di ibu kota, baru selanjutnya diekspor. 


Ketua Satuan Tugas (Satgas) Operasionalisasi KNMP yang juga Staf Ahli Menteri Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga, Irjen Pol Victor Gustaaf Manoppo menjelaskan konsisten pengiriman ikan dari KNMP Tongke-Tongke keluar daerah menunjukkan telah terbangunnya ekosistem bisnis perikanan yang lebih besar di wilayah tersebut. 

“Ini tentu membawa dampak ekonomi yang lebih baik kepada para nelayan sekitar," terang Victor dalam siaran resmi di Jakarta, Minggu, 27 September 2026.

Operasionalisasi KNMP di Desa Tongke-Tongke sejak Mei lalu, terbukti menghidupkan ekonomi perikanan. Ikan tuna tangkapan nelayan yang selama ini dihargai Rp25.000-Rp30.000/kilogram, kini bertambah menjadi Rp45.000/kilogram. Meningkatnya nilai jual ikan tuna berdampak pada naiknya rata-rata pendapatan nelayan setempat.

"Dari yang semula berkisar Rp4 juta per nelayan, kini telah meningkat drastis menjadi Rp7 juta per orangnya," jelas Direktur Pemberdayaan Usaha Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) selaku Sekretaris Satgas Operasionalisasi KNMP, Ali Rahmat Iman Santoso.

Selain itu, kehadiran KNMP juga memberikan nilai tambah pada ikan-ikan yang dihasilkan para nelayan. Dengan fasilitas yang ada, produk utuh segar dari nelayan kini diolah di KNMP menjadi tuna loin. Sebelum pengiriman 12 ton tuna loin kemarin, dari KNMP Tongke-Tongke juga telah melepas 65 ton produk tuna loin senilai Rp2,54 miliar ke Jakarta melalui mitra koperasi.

Tidak hanya produk tuna loin, bagian tetelan, rahang (kama), toro (bagian perut), serta daging merah hasil trimming juga dikirim ke Jakarta. 

"Dengan demikian, hasil pengolahan tuna tidak hanya berupa produk utama tuna loin, tetapi juga bagian-bagian hasil samping yang masih memiliki nilai ekonomi," ujar Ali. 

KNMP sebagai salah satu unit bisnis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) juga berhasil menyerap 39 tenaga kerja lokal dan telah memiliki 80 anggota. Bupati Sinjai Ratnawati Arif menilai hadirnya KNMP sebagai lompatan besar bagi kesejahteraan masyarakat Sinjai. Dimulai dengan hadirnya cold storage untuk menjaga kualitas ikan, meningkatkan harga ikan, hingga, terciptanya peluang diversifikasi usaha yang layak sekaligus memotong keberadaan tengkulak.

"Program ini (KNMP) diproyeksikan mampu meningkatkan produksi perikanan rata-rata hingga kurang lebih 800 ton per tahun per lokasi dan mampu menaikkan pendapatan nelayan hingga 75 persen," ujar Ratnawati.

Melalui program KNMP, KKP telah membangun sarana-prasarana seperti dermaga/tambatan perahu, pabrik es, gudang beku, kios perbekalan, tempat pendaratan ikan, sentra kuliner, hingga kendaraan berpendingin. Selain fasilitas, KKP juga mendampingi anggota koperasi dan nelayan mulai dari kelembagaan, kapasitas SDM, akses pembiayaan serta akses pasar.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya