Berita

HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026 | 22:06 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Dugaan skandal politik uang (money politics) masif senilai Rp400 miliar hingga pencatutan nama Presiden Prabowo Subianto membanyangi gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang.

Dugaan bancakan ini diungkap tokoh Nahdliyin, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur dalam risalah kritis bertajuk “NU, Gus Dur, dan Bromocorah Politik”.

Gus Lilur menyebut proses pemenangan calon Rais 'Aam dan Ketua Tanfidziyah PBNU diwarnai taktik intimidasi psikologis serta manipulasi narasi "salam dari Istana" yang dimainkan sejumlah oknum politisi.


"Saya meyakini Presiden RI sama sekali tidak terlibat, tidak mengintervensi, dan tidak mengetahui manuver tersebut. Budaya tawadhu kiai kampung disalahgunakan oleh para oknum ini demi mengondisikan suara," tegas Gus Lilur dalam keterangannya, Minggu, 27 September 2026.

Dalam risalahnya, Gus Lilur menyebut dugaan transaksi suara terjadi secara terstruktur melalui beberapa modus operandi, mulai dari DP (down payment) sebesar Rp50 juta per utusan PCNU/PWNU di hotel  bintang lima, hingga kupon penukaran uang tunai di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Kemudian, mobilisasi dua unit Toyota Land Cruiser yang diangkut menggunakan truk towing dari Jakarta ke Jombang. Kendaraan tersebut diduga membawa logistik tunai hingga Rp480 miliar guna menghindari pemeriksaan tol.

Gus Lilur dalam risalahnya juga menyebut enam dari sembilan kiai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) diduga didatangi dan diserahkan tas berisi masing-masing 200 ribu Dolar AS oleh oknum intelijen atas koordinasi oknum politisi.

Berdasarkan data yang ia kantongi, Gus Lilur meminta KPK melakukan uji digital forensik terhadap ponsel para aktor yang terlibat, melacak aliran dana Rp401 miliar, serta meminta presiden mencopot anak buahnya di kabinet yang terbukti terlibat.

"Kepada para kiai sepuh anggota AHWA dan pimpinan PWNU/PCNU, jika menyimpan uang dari proses Muktamar Tambakberas, segeralah kembalikan ke penyidik KPK! Jangan biarkan warisan suci para pendiri NU ternoda oleh harta haram," pungkas Khalilur.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya