Berita

Kamp Tindouf, Aljazair (Foto: UNICEF)

Dunia

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026 | 17:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dugaan penyelewengan bantuan kemanusiaan yang diperuntukkan bagi masyarakat Sahrawi di Kamp Tindouf, Aljazair, kembali mencuat.

Mengutip laporan yang diterima redaksi Minggu, 27 September 2026, salah satu persoalan berkaitan dengan pengelolaan bantuan di Italia dan aktivitas Fatima Mahfoud, yang disebut sebagai perwakilan Polisario di Roma. 

Sejumlah aktivis dan kelompok yang berbeda pandangan dengan kepemimpinan Polisario mempertanyakan transparansi sejumlah program bantuan. 


Namun, tuduhan terkait pengelolaan dana itu masih memerlukan pemeriksaan dokumen keuangan dan penyelidikan independen.

Kontroversi lain berkaitan dengan Infravest for Contracting and Investment yang dilaporkan beroperasi di kamp sejak 2022 di bawah arahan Sallamou Abba Ali. 

Setelah perusahaan tersebut kolaps, warga, pedagang, dan koperasi di Rabouni serta Chahid El Hafed dilaporkan menuntut pengembalian dana.

Nilai kerugian yang disebut dalam laporan mencapai sekitar 886 juta dinar Aljazair atau sekitar 6,6 juta dolar AS. Angka dan mekanisme operasional perusahaan tersebut tetap perlu diverifikasi melalui penyelidikan berwenang.

Infravest dituding menggunakan kegiatan sponsor budaya dan proyek konstruksi untuk membangun kredibilitas sebelum diduga menjalankan skema Ponzi. 

Dugaan keterlibatan tokoh-tokoh senior Polisario juga mencuat, tetapi tanggung jawab hukum setiap pihak harus ditentukan berdasarkan bukti yang terverifikasi.

Situasi ini kembali memunculkan seruan agar mekanisme pengawasan bantuan internasional diperkuat. 

Uni Eropa sebelumnya telah menerapkan audit dan menyalurkan bantuan melalui organisasi mitra seperti WFP dan UNHCR untuk meningkatkan pengawasan distribusi bantuan di kamp Tindouf.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya