Berita

Ilustrasi parkir liar. (Foto: istiemwa)

Bisnis

Marak Pungli Parkir, Pengamat Soroti Kebocoran Pendapatan Jakarta

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026 | 14:47 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Praktik parkir liar dan pungutan liar (pungli) masih ditemukan di sejumlah kawasan Jakarta Selatan. Pengalaman pengendara di sekitar M Bloc hingga pelanggan di kawasan Gunawarman menjadi sorotan karena adanya pungutan parkir di luar ketentuan.

Analis Kebijakan Transportasi dari Koalisi Warga untuk Transportasi (KAWAT) Indonesia, Azas Tigor Nainggolan, menyoroti pengalaman pengendara yang harus membayar Rp20.000 untuk parkir di kawasan M Bloc, Jalan Sunan Kalijaga, Jakarta Selatan, pada 9 September 2026.

Saat hendak parkir, pengendara diarahkan juru parkir ke badan jalan yang sudah dipenuhi kendaraan. Belum sampai satu jam, pengendara tersebut diminta membayar Rp20.000 menggunakan QRIS milik warung Pojok Bukde Sri, Jakarta Selatan.


"Mengapa UP Perparkiran yang bertanggung jawab mengelola parkir di Jakarta juga mendiamkan?" kata Tigor dalam keterangannya, Minggu, 27 September 2026. 

Kasus serupa juga terjadi di kawasan Gunawarman. Seorang pelanggan Bakery BAKED. mengaku diminta membayar Rp150.000 untuk tiga motor gede (moge) tanpa diberikan tanda bukti pembayaran.

Pengalaman itu dibagikan pengguna TikTok @brooo00hd pada 25 September 2026. Pelanggan mengaku sempat menawar biaya parkir menjadi Rp50.000, tetapi tawaran tersebut tidak diterima. Meski demikian, uang Rp50.000 tetap diambil petugas sebelum pelanggan meninggalkan lokasi.

Pihak BAKED. kemudian memberikan klarifikasi dan memastikan parkir di gerainya gratis.

Menurut Tigor, praktik tersebut menunjukkan perlunya pembenahan sistem perparkiran Jakarta agar potensi pendapatan dari retribusi parkir tidak bocor.

"Jakarta membutuhkan sistem perparkiran agar pendapatannya tidak bocor dan dikantongi para preman dan oknum UP Perparkiran," tegasnya.

Ia meminta Gubernur Jakarta Pramono Anung mengevaluasi pimpinan UP Perparkiran dan membangun sistem perparkiran yang lebih tertib.

"Sudah saatnya Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengevaluasi Ketua UP Perparkiran. Perlu segera mengganti dengan figur yang bisa bekerja baik membangun sistem perparkiran untuk memecahkan masalah transportasi Jakarta," ujar Tigor.

Tigor menilai peningkatan pendapatan parkir seharusnya dimulai dengan memperbaiki manajemen dan menertibkan parkir liar serta pungli.

"Tertibkan parkir liar dan pungutan liar parkir agar uang parkir tidak bocor, hanya dinikmati segelintir orang secara melawan hukum," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya