Berita

Ilustrasi parkir valet di salah satu mall di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Nusantara

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026 | 14:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Tarif layanan valet yang disebut mencapai Rp250 ribu di sejumlah lokasi Jakarta mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino.

Wibi meminta tarif tersebut segera diperiksa apabila benar diterapkan kepada konsumen. Menurutnya, layanan valet tidak boleh menjadi alasan bagi pengelola untuk menetapkan tarif tanpa informasi yang jelas.

"Kalau benar ada tarif valet sampai Rp250 ribu, ini harus segera diperiksa. Jangan sampai atas nama 'valet', masyarakat dikenakan tarif sesuka hati tanpa informasi yang jelas sejak awal," kata Wibi kepada RMOL, Minggu, 27 September 2026.


Ia menjelaskan, secara hukum layanan valet swasta merupakan jasa parkir dan menjadi objek Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) di Jakarta. Namun, penyelenggara tetap memiliki kewajiban memberikan informasi yang transparan kepada konsumen.

Menurut Wibi, informasi tersebut mencakup identitas pengelola, besaran tarif, ketentuan layanan, hingga bukti transaksi yang jelas. Konsumen, kata dia, harus mengetahui tarif sebelum menyerahkan kendaraan.

"Jangan konsumen baru tahu tarifnya setelah kendaraannya sudah diserahkan," tegasnya.

Wibi mengatakan akan meminta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dan instansi terkait melakukan pengecekan terhadap penyelenggaraan layanan valet, termasuk dugaan tarif yang tidak wajar.

"Saya akan minta Dishub dan instansi terkait turun mengecek. Kalau ditemukan pungutan yang tidak transparan, tidak sesuai ketentuan, atau ada pelanggaran dalam penyelenggaraannya, harus ditindak," ujarnya.

Ia menegaskan layanan premium tetap harus disertai kepastian dan transparansi harga. Menurutnya, status layanan sebagai valet tidak boleh membuat konsumen kehilangan kepastian mengenai biaya yang harus dibayarkan.

"Jakarta boleh punya layanan premium, tapi bukan berarti konsumen boleh 'digetok' tanpa kepastian dan transparansi harga," tandas Wibi.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya