Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: White House)

Dunia

Trump Tolak Proposal Iran Buka Selat Hormuz dalam Tujuh Hari

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026 | 14:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal Iran yang menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.

Penolakan itu disampaikan Trump kepada wartawan di luar Gedung Putih pada Sabtu 26 September 2026. 

Menurut Trump, Iran menginginkan kesepakatan karena mereka sudah kalah telak dari AS.


“Saya menolak proposal mereka,” ujarnya. 

Akan tetapi dirinya mengaku terbuka untuk berunding, tetapi menilai proposal yang diajukan Teheran tidak dapat diterima.

“Mereka ingin membuat kesepakatan, dan menurut saya itu tidak masalah. Saya juga ingin membuat kesepakatan. Tetapi kesepakatan itu tidak akan dapat diterima,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran baru melihat reaksi awal dari Trump dan belum menerima jawaban resmi Washington melalui mediator. 

Iran masih menunggu posisi definitif AS sebelum menentukan langkah berikutnya.

“Hanya solusi yang dinegosiasikan yang dapat mengeluarkan mereka dari kebuntuan ini. Itulah posisi kami. Syarat kami jelas. Setiap langkah menuju pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada terpenuhinya syarat-syarat ini," kata Menlu Iran.

Sebelumnya, Araghchi mengatakan Iran telah menyampaikan roadmap tujuh hari melalui Qatar. Proposal itu mencakup pencabutan blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran, penghapusan sanksi terhadap penjualan minyak Iran, pelepasan sekitar 12 miliar dolar AS aset Iran yang dibekukan, serta gencatan senjata yang mencakup kawasan, termasuk Lebanon dan Yaman. 

Jika syarat tersebut dipenuhi, Iran menyatakan Selat Hormuz dapat dibuka kembali dan pelayaran normal dipulihkan dalam tujuh hari.

Di tengah kebuntuan diplomatik tersebut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran tidak lagi mempercayai perundingan dengan Washington setelah sejumlah pembicaraan sebelumnya diikuti serangan dan sanksi. 

“Kami tidak percaya pada pihak Amerika dan tidak tahu atas dasar apa kesepahaman dapat dicapai dengan mereka,” kata Pezeshkian.

Dia menegaskan krisis dapat diselesaikan melalui negosiasi, sementara pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran komersial dapat dilakukan jika perundingan berhasil mengakhiri perang.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya