Berita

Ilustrasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). (Foto: Istimewa)

Bisnis

Populasi Kendaraan Listrik Jadi Peluang Investasi SPKLU

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026 | 13:20 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Meningkatnya populasi kendaraan listrik di Indonesia dapat menjadi peluang baru bagi investor untuk mengembangkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Ketua Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko mengatakan, pertumbuhan jumlah kendaraan listrik justru dapat mendorong investasi di sektor infrastruktur pengisian daya.

“Semakin banyak mobil yang populasi semakin meningkat, itu menarik bagi investor di sektor pengembangan SPKL,” kata Moeldoko kepada RMOL, dikutip Minggu, 27 September 2026.


Menurutnya, peningkatan jumlah kendaraan listrik dapat menghilangkan persoalan klasik dalam pengembangan ekosistem, yakni menunggu pertumbuhan kendaraan atau infrastruktur lebih dulu.

“Karena mobil semakin banyak, ini menarik investor di sektor pengembangan SPKL. Ini peluang lagi sebenarnya,” ujarnya.

Namun, peluang tersebut membutuhkan dukungan pemerintah, khususnya dalam memberikan kemudahan bagi investor untuk masuk ke sektor SPKLU.

“Dan pemerintah khususnya memberi kemudahan perizinan, memberi harga listrik yang nggak mahal, yang proporsional,” tegas Moeldoko.

Ia menilai, pengembangan kendaraan listrik harus berjalan seiring dengan pembangunan ekosistem pendukungnya. Pemerintah perlu memberikan kemudahan agar pertumbuhan kendaraan listrik tidak berjalan sendiri tanpa dukungan infrastruktur.

“Karena jangan sampai nggak selaras, satu sisi pemerintah semangat untuk mengembangkan itu. Dilahirkan untuk bagaimana mempercepat pembangunan kendaraan listrik di Indonesia,” tuturnya.

“Persoalan-persoalan yang berkaitan dengan ekosistem tersebut, pemerintah harus turun, ikut, memberi kemudahan,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya