Berita

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Joko Widodo alias Jokowi. (Foto: PSI)

Politik

Jokowi Klaim PSI Ditakuti, Pengamat: Partai Parlemen Selow-Selow Aja

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026 | 08:39 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Adi Prayitno mempertanyakan klaim Ketua Dewan Pertimbangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Joko Widodo alias Jokowi yang menyebut sudah banyak pihak ketakutan terhadap keberadaan PSI.

Menurut Adi, jika pihak yang dimaksud Jokowi adalah partai-partai politik yang saat ini berada di parlemen, kondisi tersebut belum terlihat dalam dinamika politik yang berkembang.

"Apa bener ada yang ketakutan? Siapa tuh. Kalau yang dimaksud ketakutan itu partai parlemen, tapi kayaknya parlemen selow-selow aja," kata Adi lewat akun X miliknya, Minggu, 27 September 2026.


Pernyataan Adi tersebut merespons ucapan Jokowi saat memberikan arahan kepada kader PSI dalam Rapat Koordinasi DPD PSI Kota Bandung di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Sabtu, 26 September 2026.

Dalam kesempatan itu, Jokowi meminta kader PSI tidak minder dengan status partai yang masih tergolong baru. Ia menyebut keberadaan PSI saat ini mulai diperhitungkan dalam peta politik nasional.

"Karena meskipun PSI ini partai baru, tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan," kata Jokowi.

Jokowi juga menegaskan bahwa PSI harus tetap percaya diri menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029. Ia meminta kader tidak terlalu mempersoalkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold, melainkan fokus memperkuat kerja organisasi.

Jokowi bahkan menyebut berapa pun besaran ambang batas parlemen yang nantinya ditetapkan tidak perlu menjadi alasan bagi PSI untuk khawatir, selama kader bekerja keras dan struktur partai aktif.

Sementara itu, Adi sebelumnya juga menilai perjuangan Jokowi membesarkan PSI akan menjadi ujian tersendiri bagi pengaruh politik mantan Presiden tersebut. Ia menyebut target membawa PSI masuk ke parlemen pada Pemilu 2029 sebagai pertaruhan politik Jokowi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya