Berita

Gedung BCA. (Foto: Dok BCA)

Finansial

Heboh Haji Isam Mau Caplok Saham BCA, Ini Klarifikasi Manajemen

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026 | 05:02 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membantah kabar Bos Jhonlin Group Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam bakal mengakuisisi saham BCA.

Bantahan tersebut disampaikan menyusul beredarnya informasi di media sosial yang mengaitkan Haji Isam dengan rencana aksi korporasi terhadap bank milik Keluarga Hartono tersebut.

EVP Corporate Communications & Social Responsibility BCA Hera F Haryn memastikan kabar tersebut tidak benar.


"Dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar," kata Hera kepada RMOL, Sabtu, 26 September 2026.

Lebih lanjut, Hera mengimbau masyarakat untuk mengacu pada informasi yang bersumber dari kanal resmi perseroan. Menurutnya, BCA selama ini beroperasi sesuai prinsip kehati-hatian dan regulasi yang berlaku.

"BCA senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi yang berlaku," pungkas Hera.

Sebelumnya isu mengenai Haji Isam akan mengakuisisi BCA mencuat setelah Jhonlin Group melakukan aksi korporasi di PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Melalui PT Jhonlin Baratama, Haji Isam telah meneken perjanjian jual beli saham bersyarat dengan pengendali BYAN, Low Tuck Kwong dan Elaine Low, pada 16 September 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jhonlin Baratama akan mengambil 10 miliar saham biasa BYAN atau sekitar 30 persen dari saham yang beredar.

Transaksi tersebut kemudian memunculkan spekulasi baru di media sosial, salah satunya unggahan Instagram @stockwise.id. Dalam unggahan tersebut, Haji Isam dikabarkan mengincar saham perbankan milik Grup Djarum tersebut, setelah mengambil saham BYAN.

"Melalui jaringan bisnisnya, pengusaha asal Kalimantan Selatan tersebut dikabarkan bakal melakukan akuisisi kepemilikan di Bank Central Asia (BCA) yang selama ini identik dengan Grup Djarum milik keluarga Hartono," tulis unggahan tersebut.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya