Berita

Ilustrasi QRIS. (Foto: BI)

Finansial

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026 | 01:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) mengingatkan para pelaku usaha atau merchant untuk tetap menerima pembayaran secara tunai, meski penggunaan transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) semakin masif.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, perkembangan pembayaran digital tidak berarti penggunaan uang kertas dan uang logam bisa sepenuhnya ditinggalkan.

"Jadi, buat para merchant juga walaupun ada yang memang mereka ingin bayar cash ya mereka harus bisa menerima," ujar Destry di Jakarta, dikutip Sabtu, 26 September 2026.


Menurut Destry, kebutuhan terhadap uang tunai masih ada, terutama di sejumlah wilayah Indonesia yang belum memiliki akses memadai terhadap teknologi pembayaran digital.

"Indonesia kan sangat luas, wilayah pulau-pulau, ada daerah terdepan, terluar. Tentu mereka juga masih butuh uang tunai. Sehingga kami tetap masih menyediakan untuk uang-uang apa namanya uang kertas," kata Destry.

Meski demikian, Destry mengakui pertumbuhan transaksi menggunakan uang kartal mulai melambat. Kondisi tersebut terjadi seiring semakin berkembangnya transaksi pembayaran digital, terutama QRIS.

"Kalau kita lihat memang masih tumbuh (transaksi uang kartal) tapi mulai terus melambat," katanya.

Sementara itu, penggunaan pembayaran digital terus menunjukkan pertumbuhan. Pada Agustus 2026, volume transaksi internet banking tumbuh 15,12 persen dan mobile banking 47,08 persen.

Adapun transaksi QRIS tumbuh 67,22 persen, didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant.

Saat ini pengguna QRIS tercatat telah mencapai 67 juta orang atau sekitar 25 persen dari jumlah penduduk Indonesia. BI menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 69,32 juta pengguna hingga akhir 2026.

Dari sisi merchant, jumlah pengguna QRIS tercatat mencapai 47,11 juta merchant atau tumbuh 13,83 persen.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya