Berita

Aplikasi investasi IPOT X resmi diluncurkan PT Indo Premier Sekuritas. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Bedah Pasar Lebih Mudah Pakai AI di IPOT X

SABTU, 26 SEPTEMBER 2026 | 17:14 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Aplikasi investasi IPOT X resmi diluncurkan PT Indo Premier Sekuritas. Aplikasi ini memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) untuk membantu investor menganalisis dan memahami kompleksitas pasar. 

Peluncuran IPOT X dilakukan Indo Premier Sekuritas ini di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The mengatakan, pasar akan selalu memiliki kompleksitas dan risiko. Namun, teknologi investasi dapat mengambil sebagian pekerjaan analitis sehingga investor memiliki lebih banyak waktu untuk memahami informasi yang tersedia.


“IPOT X mampu mengambil lebih banyak pekerjaan analitis agar investor mempunyai lebih banyak ruang untuk memahami, lebih sedikit sibuk merangkai data dan lebih banyak waktu memahami artinya,” kata Moleonoto dalam keterangan tertulis, Sabtu 26 September 2026.

Moleonoto mengatakan IPOT X membawa konsep “Investor Naik Kelas”. Menurutnya, konsep tersebut bukan berarti investor harus menjadi analis profesional atau memahami seluruh indikator teknikal, laporan keuangan, maupun rasio keuangan sebelum mulai berinvestasi.

Indo Premier menyebut IPOT X memiliki lima keunggulan utama. Pertama, IPOT X mengintegrasikan AI inferencing, multi-agent intelligence, pattern recognition, dan deep market intelligence untuk mengolah kompleksitas pasar menjadi market clarity.

Melalui Intelligence Layer, sistem tersebut dapat membaca, menguji silang, dan mensintesis informasi pasar. Proses tersebut ditujukan untuk mengurangi beban analitis investor, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan investor.

Kedua, IPOT X menggunakan AI-Native Intelligence untuk membantu proses analisis dan interpretasi. Sistem ini mencakup model training, high-volume AI inferencing, koordinasi multi-agent AI, hingga natural-language builder untuk memproses data pasar menjadi konteks, interpretasi, dan hipotesis.

Indo Premier menyebut IPOT X mengolah lebih dari 1.100 metrik di belakang layar. Investor kemudian dapat melihat pembacaan pasar beserta bukti pendukung dan informasi penyeimbang untuk membantu mengevaluasi informasi.

Ketiga, IPOT X menghadirkan Deep Data & Flow Intelligence untuk membaca dinamika pasar secara lebih granular. Fitur tersebut mencakup Trade Flow, Smart Money, aktivitas investor asing, hingga akumulasi-distribusi dengan histori hingga 10 tahun.

Keempat, Indo Premier menghadirkan Automated Technical Intelligence dan Pattern Recognition untuk menyederhanakan analisis teknikal. Fitur tersebut mengotomatisasi puluhan jenis analisis, mulai dari pola candlestick, indikator teknikal, hingga level Fibonacci.

AI Inferencing dan AI Interpretation kemudian digunakan untuk mensintesis berbagai sinyal yang saling menguatkan maupun bertentangan menjadi pembacaan pasar yang lebih terstruktur.

Kelima, IPOT X menggunakan arsitektur Always-On Multi-Agent AI yang memantau sejumlah domain pasar, termasuk teknikal, fundamental, dan arus dana secara real-time. Data tersebut dapat diperbarui setiap menit.

Indo Premier mengatakan fitur tersebut dirancang untuk membantu investor memahami konteks pasar secara lebih menyeluruh sebelum mengambil keputusan jual atau beli, termasuk dengan mempertimbangkan informasi yang mendukung maupun yang bertentangan.

Melalui IPOT X, Indo Premier mengusung sejumlah fungsi investasi yang mencakup Think Smarter untuk membantu analisis, See Deeper untuk melihat dinamika pasar lebih dalam, Read Clearly untuk membaca informasi secara lebih terstruktur, serta Discover, Monitor & Compare untuk menemukan, memantau, dan membandingkan informasi investasi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya