Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bursa

GIAA Tertekan di Tengah Bursa yang Serba Merah

SABTU, 26 SEPTEMBER 2026 | 11:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Jumat 25 September 2026 berakhir dengan tekanan yang cukup luas. Seluruh indeks sektoral ditutup di zona merah, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,9 persen ke level 6.241.

Salah satu saham yang mencuri perhatian adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Saham maskapai pelat merah tersebut terkoreksi 5,08 persen ke level 56, lebih dalam dibandingkan pelemahan indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) yang turun 1,85 persen.

GIAA dibuka di level 59, sempat naik ke 60, sebelum kemudian bergerak turun hingga 56. Level tersebut sekaligus menjadi harga terendah dan penutupan perdagangan.


Tekanan terhadap GIAA berlangsung di tengah aktivitas transaksi yang meningkat. 

Pantauan RMOL berdasarkan data bursa, sebanyak 74,81 juta saham GIAA diperdagangkan dengan nilai transaksi sekitar Rp4,32 miliar dalam 2.640 kali transaksi. Selain itu, terdapat volume transaksi negosiasi sebanyak 4,4 juta saham.

Aktivitas perdagangan GIAA pada Jumat juga meningkat dibandingkan sehari sebelumnya. Pada 24 September, volume transaksi tercatat 37,16 juta saham dengan nilai sekitar Rp2,22 miliar. Saham GIAA saat itu ditutup di level 59.

Dengan demikian, volume perdagangan GIAA pada Jumat hampir dua kali lipat dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya, ketika harga saham justru berakhir turun 5,08 persen.

Pelemahan lebih dalam terjadi pada sektor perindustrian. Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) menjadi sektor dengan koreksi terdalam, yakni 2,52 persen. Saham CTTH dan PTMP bahkan mencatat penurunan hingga batas auto rejection bawah (ARB), masing-masing sekitar 15 persen dan 14,8 persen.

Sektor infrastruktur juga tidak luput dari tekanan. Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) anjlok 2,22 persen. Saham BREN, yang menjadi salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor tersebut sekitar Rp408 triliun, turun 1,61 persen ke level 3.050.

Secara keseluruhan, penutupan perdagangan Jumat menunjukkan tekanan yang merata di pasar saham domestik. Pelemahan IHSG sebesar 0,9 persen berlangsung bersamaan dengan koreksi seluruh indeks sektoral.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya