Berita

Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Makro

Ekonomi Dipatok Tumbuh 5,5 Persen di Semester II, Pemerintah Kejar Target 6 Persen

SABTU, 26 SEPTEMBER 2026 | 10:04 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester II/2026 dapat menembus 5,5 persen.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, capaian tersebut menjadi modal untuk membawa pertumbuhan ekonomi nasional melampaui target 5,4 persen hingga akhir tahun.

"Saya yakin di kuartal III dan IV, di setengah tahun kedua ini, kita masih bisa tumbuh di atas 5,5 persen, dan ini merupakan pertumbuhan yang cukup baik," kata Suahasil di Jakarta, dikutip Sabtu, 26 September 2026


Di sisi lain, pemerintah tetap membidik pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen. Namun, Suahasil mengakui target tersebut tidak mudah dicapai, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Kalau aspirasi kita menuju 6 persen. Pada kondisi dunia seperti ini, kita lihat bagaimana gerak ekonomi Indonesia," katanya.

Menurut Suahasil, ketahanan ekonomi nasional perlu terus dijaga agar target pertumbuhan tersebut dapat dikejar. Sejumlah indikator fundamental menjadi perhatian pemerintah, mulai dari inflasi, pertumbuhan ekonomi, hingga kredit.

Inflasi, kata dia, perlu dijaga agar tidak melampaui 3,19 persen seperti yang tercatat pada Agustus 2026. Sementara pertumbuhan ekonomi harus dipertahankan di atas 5,45 persen dan pertumbuhan kredit berada di kisaran 13 persen.

"Ini adalah indikator-indikator yang baik buat fundamental kita, juga APBN-nya berjalan dengan baik," tandasnya.

Sebagai catatan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I/2026. Pertumbuhan kemudian melambat menjadi 5,29 persen pada kuartal II/2026, sehingga pertumbuhan ekonomi pada semester I/2026 tercatat 5,45 persen.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya