Berita

Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Bayu Wicaksono (kedua dari Kanan) dalam Forum Tukar Pikiran tentang Wajib Halal Oktober 2026 (WHO 2026) di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta (Foto: RMOL/Reni Erina)

Pemerintahan

Kemendag Dorong Produk Bersertifikat Halal Tembus Pasar Global

SABTU, 26 SEPTEMBER 2026 | 09:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong produk Indonesia yang telah bersertifikat halal untuk memperluas akses ke pasar global. 

Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan edukasi dan kolaborasi dengan lembaga halal di berbagai negara, termasuk menjelang pemberlakuan kewajiban halal pada 18 Oktober 2026.

Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Bayu Wicaksono, mengatakan produk halal kini tidak hanya menyasar negara dengan mayoritas penduduk muslim. Konsumen global semakin memperhatikan proses produksi dan sumber bahan suatu produk, selain manfaat dan kualitasnya.


"Di Indonesia kita memiliki standar halal, sementara di luar sana ada konsep lain seperti higienitas atau vegan. Setiap wilayah berhak menentukan definisi dari higienitas, keberlangsungan, dan kualitas," kata Bayu dalam Forum Tukar Pikiran tentang Wajib Halal Oktober 2026 di Kantor MUI Pusat, Jakarta, dikutip Sabtu 26 September 2026.

Menurutnya, Kemendag memiliki perwakilan perdagangan di 46 titik melalui Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Perwakilan tersebut tidak hanya bertugas mempromosikan produk Indonesia, tetapi juga membantu memastikan produk sesuai dengan kebutuhan pasar tujuan.

Bayu mengatakan edukasi mengenai standar halal dan kolaborasi dengan lembaga halal luar negeri telah dilakukan dalam berbagai kegiatan perdagangan, bahkan sebelum isu kewajiban halal mengemuka.

"Kemendag selalu memosisikan diri untuk mendorong produk-produk yang berkualitas, berkelanjutan, dan yang terpenting diterima oleh pasar," ujarnya.

Kemendag juga telah mendiseminasikan informasi mengenai implementasi kewajiban halal kepada mitra dagang dan asosiasi bisnis melalui 46 perwakilan perdagangan di luar negeri. Sosialisasi tersebut dilakukan secara bertahap untuk memberikan kepastian kepada pelaku usaha terkait penerapan kewajiban halal mulai 18 Oktober 2026.

Di dalam negeri, Kemendag berkolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), antara lain melalui pertukaran data, pembinaan pelaku usaha dan masyarakat, serta perluasan akses pasar. Sinergi ini diarahkan untuk meningkatkan penerimaan produk halal Indonesia di pasar global.

Bayu menegaskan kepastian menjadi salah satu hal penting bagi pelaku usaha dalam menghadapi implementasi kebijakan halal. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga dan negara diperlukan agar penerapan kebijakan berjalan sekaligus membuka peluang lebih luas bagi produk Indonesia di pasar internasional.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya