Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, bersama Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, meninjau langsung operasional Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Pajjaiang, Sudiang Raya, Kota Makassar, pada Selasa, 25 September 2026. (Foto: Humas Kemensos)
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf bersama Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengecek kesiapan operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Sulawesi Selatan di Jalan Pajjaiang, Sudiang Raya, Kota Makassar.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan bangunan permanen beserta fasilitas pendukungnya siap menunjang kegiatan belajar mengajar, pengasuhan, dan aktivitas keseharian 417 siswa.
Mensos yang akrab disapa Gus Ipul bersama rombongan meninjau kawasan sekolah seluas 7,6 hektare tersebut pada 25 September 2026. Bangunan permanen SRT 3 Sulsel telah digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dan asrama siswa sejak 15 Juli 2026.
Peninjauan dimulai dari area dapur. Gus Ipul mengecek kesiapan peralatan dan fasilitas sekaligus meminta pengelola memastikan dapur dapat beroperasi dengan baik untuk memenuhi kebutuhan makan siswa.
Rombongan kemudian meninjau ruang makan, guest house, aula, amphitheater, serta sejumlah fasilitas lainnya. Gus Ipul juga mengingatkan pengelola sekolah menjaga kebersihan dan merawat seluruh fasilitas agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Tolong dijaga kebersihannya,” pesan Gus Ipul kepada Kepala SRT 3 Provinsi Sulawesi Selatan Widya Wati dan jajarannya.
SRT 3 Sulsel saat ini menampung 417 siswa dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Mereka terdiri dari 29 siswa jenjang SD, 123 siswa SMP, dan 265 siswa SMA.
Bangunan permanen tersebut dilengkapi fasilitas pendidikan terintegrasi, mulai dari gedung sekolah SD hingga SMA, asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, masjid, kantin, guest house, dapur, ruang makan, rumah pompa, rumah genset, lapangan upacara, lapangan basket, hingga lapangan mini soccer.
Selain SRT 3 Sulsel, terdapat delapan Sekolah Rakyat permanen lainnya yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut ditujukan untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Dalam kesempatan terpisah, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat kepada Sulsel untuk menyelenggarakan program Sekolah Rakyat.
“Atas nama Pemprov Sulsel saya ucapkan banyak terima kasih ke Presiden, Menteri Sosial dan Wamensos yang memberikan perhatian, memberikan Sulsel pembangunan Sekolah terbanyak di Indonesia timur,” ujarnya.
Andi Sudirman mengatakan, Pemprov Sulsel turut mendukung program tersebut melalui penyediaan lahan.
“Ini tanah kelas 1 nilainya tidak main-main Rp95 miliar tanah yang kami berikan dan juga kelas 1 bangunannya, Rp250 miliar dan miliaran rupiah per tahun untuk membiayai. Ada 9 sekolah rakyat yang sudah dibangun (di Sulsel) kali Rp250 miliar kurang lebih Rp2 triliun, lebih banyak dari belanja infrastruktur saya setahun, terima kasih banyak,” ucapnya saat penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) lahan Sekolah Rakyat di Baruga Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.
Hadir dalam kegiatan tersebut Forkopimda Sulsel, para bupati dan wali kota, kepala dinas sosial kabupaten/kota se-Sulsel, Tagana, pendamping PKH, OPD Sulsel, operator data SIKS-NG, Staf Khusus Menteri Sosial, Tenaga Ahli Menteri Sosial, serta jajaran pejabat eselon I dan II Kemensos.