Berita

Gubernur BI Destry Damayanti. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2026 | 19:36 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) mengungkap tingginya animo masyarakat untuk menjadi bagian dari bank sentral. Dalam rekrutmen tahun ini, sekitar 160 ribu orang tercatat ikut dalam proses rekrutmen BI.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, tingginya jumlah pelamar tahun ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan BI terhadap sumber daya manusia (SDM) dengan kompetensi teknologi. 

Pasalnya, mayoritas pelamar masih berasal dari latar belakang ekonomi dan manajemen. Sementara BI saat ini membutuhkan lebih banyak talenta dengan kemampuan teknologi, terutama data science, kecerdasan buatan (AI), dan analitik data.


"Kalau rekrutmen tahun ini 160 ribu yang masuk, kami ambil di bawah 150 orang. Kebanyakan yang daftar background-nya ekonomi, manajemen, tapi cari yang teknologi terbatas," kata Destry dalam acara FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta, Jumat, 25 September 2026.

Menurut Destry, kondisi tersebut mencerminkan adanya kesenjangan antara kebutuhan industri terhadap talenta teknologi dengan ketersediaan SDM yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.

Kebutuhan tersebut semakin besar seiring pesatnya perkembangan teknologi dan pemanfaatan AI. BI, kata Destry, membutuhkan kemampuan data science dan analitik untuk mendukung berbagai pekerjaan di lingkungan bank sentral.

Destry menilai kesenjangan talenta teknologi perlu diatasi sejak dari dunia pendidikan. Struktur pendidikan nasional dinilai perlu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri, salah satunya dengan mendorong minat generasi muda terhadap bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

"Tadi Pak Menteri Brian (Mendikdasmen) menyampaikan minat relatif berkurang masuk ke ilmu STEM itu akan memperlebar gap demand talenta teknologi tinggi dengan supply-nya," tuturnya.

Atas kondisi itu, BI mulai memberikan porsi lebih besar bagi calon pegawai dengan latar belakang ilmu pengetahuan alam (IPA) dan bidang terkait teknologi dalam proses rekrutmen.

"Di BI sekarang dalam rekrutmen prioritaskan kursi latar belakang IPA lebih besar karena faktanya untuk teknologi. Data science kita butuh kemampuan membaca AI dan data analytical yang besar," jelas Destry.

Di sisi lain, Indonesia dinilai memiliki modal demografi yang cukup besar untuk mempercepat transformasi digital. Sekitar 69 persen penduduk Indonesia berada dalam usia produktif.

Namun, besarnya populasi usia produktif tersebut belum otomatis menjamin ketersediaan talenta digital. Destry menyoroti pemanfaatan teknologi oleh masyarakat yang masih perlu ditingkatkan.

Menurut dia, hampir setiap anak muda saat ini telah memiliki telepon seluler, bahkan satu orang bisa mempunyai lebih dari satu perangkat. Persoalannya, perangkat tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk kegiatan produktif.

"Anak muda pasti memiliki HP dan satu orang bisa 2-3 punya handphone, tapi pemanfaatannya masih minim," kata Destry.

Karena itu, peningkatan literasi dan kapasitas teknologi dinilai menjadi penting agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi berbasis teknologi.

BI pun terus memperkuat kapasitas SDM internal. Destry menyebut sekitar 330 pegawai BI saat ini tengah mengikuti pendidikan untuk meningkatkan kemampuan digital.

"Kami meningkatkan cap building anak anak muda kami ada 330 sedang melakukan pendidikan meningkatkan talenta digital. Kemarin dari 800 di groom oleh BI menjadi talenta," tambahnya. 

Pengembangan tersebut, kata Destry, harus dilakukan secara berkelanjutan mengingat perubahan teknologi berlangsung sangat cepat.

"BI tidak bisa sendiri. Kami meningkatkan capacity building anak-anak muda kami. Tugas kami memang dalam PIDI untuk upscaling dan reskilling digital dan ini mendesak karena inovasi berubah dengan cepat," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya