Berita

Ilustrasi nelayan. (Foto: Dok. KKP)

Nusantara

Pendataan Nelayan Penting agar Bantuan Lebih Tepat Sasaran

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2026 | 08:39 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) diharapkan tidak sekadar menghadirkan fasilitas bagi masyarakat pesisir, tetapi juga menjadi wadah yang membuat keberadaan dan kebutuhan nelayan lebih mudah dikenali.

Bagi nelayan di Manokwari, Melianus, keberadaan kampung nelayan dapat menjadi ruang bagi masyarakat pesisir untuk berhimpun sekaligus menyampaikan kebutuhan mereka.

"Dengan pengorganisasian yang lebih baik, kondisi nelayan di lapangan diharapkan lebih mudah dipetakan," kata Melianus, dikutip Jumat 25 September 2026.


Menurut Melianus, salah satu hal yang penting adalah memastikan bantuan seperti kapal, mesin, maupun alat tangkap dapat diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan sesuai kondisi dan aktivitas mereka.

Ia juga menyampaikan adanya pengalaman di lapangan terkait ketepatan sasaran bantuan.

Dalam pengamatannya, masih terdapat kondisi ketika masyarakat yang membutuhkan sarana melaut belum memperoleh dukungan, sementara pihak lain justru mendapatkan bantuan.

Dalam konteks tersebut, pendataan menjadi bagian penting. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada September 2026 melakukan aksi jemput bola di lokasi KNMP untuk membantu nelayan mengurus perizinan sekaligus menyerap masukan masyarakat pesisir.

KKP menyebut kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat basis data nelayan.

“KKP terus mendorong kemudahan pengurusan perizinan sekaligus membangun basis data yang lebih akurat agar pelayanan dan pembinaan ke depan dapat dilakukan secara tepat," kata Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif

Kegiatan jemput bola itu antara lain mencakup konsultasi, pemeriksaan dan verifikasi berkas, pendataan, hingga fasilitasi penerbitan perizinan bagi nelayan.

Di KNMP Bintaro, Mataram, NTB, pada akhir Agustus 2026, KKP mencatat 119 dokumen telah dilayani. Sementara di KNMP Ketapang, Lampung Selatan, terdapat 43 dokumen perizinan yang dilayani.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penguatan data tidak hanya berkaitan dengan pencatatan identitas nelayan.

Data yang lebih akurat dapat menjadi salah satu dasar untuk memahami kondisi usaha, kebutuhan administrasi, serta pelayanan dan pembinaan yang diperlukan masyarakat pesisir.

Dari sisi regulasi, bantuan KNMP Tahun Anggaran 2026 memiliki dasar petunjuk teknis melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 5 Tahun 2026.

Regulasi yang ditetapkan pada 28 Januari 2026 tersebut berstatus berlaku dan kemudian diubah melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2026.

Kepmen KP Nomor 41 Tahun 2026 ditetapkan pada 25 Mei 2026 dan secara khusus merupakan perubahan atas Kepmen KP Nomor 5 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun Anggaran 2026.

Dengan adanya dasar tersebut, penyaluran bantuan memiliki kerangka administratif dan petunjuk teknis yang menjadi acuan pelaksanaan.

Pada akhirnya, KNMP dapat menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan kebutuhan masyarakat nelayan dengan pelayanan pemerintah.

Semakin akurat data dan semakin jelas mekanisme penyalurannya, semakin kuat pula dasar untuk menyesuaikan dukungan dengan kondisi penerima.

Harapan terhadap KNMP pun bukan hanya tentang hadirnya fasilitas, tetapi bagaimana fasilitas, data, dan pengelolaan tersebut benar-benar memberi ruang bagi nelayan untuk mengembangkan kegiatan ekonominya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya