Berita

Peserta didik menikmati MBG. (Foto: BGN)

Nusantara

Program Makan Bergizi Jadi Ruang Belajar Siswa Memahami Layanan Publik

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2026 | 07:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi siswa, tetapi juga dapat menjadi sarana mengenalkan layanan publik dan hak warga negara sejak di bangku sekolah.

Akademisi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Apri Damai Sagita Krissandi, mengatakan makanan yang diterima siswa merupakan bagian dari layanan publik yang dibiayai anggaran negara. Karena itu, siswa perlu memahami bahwa mereka berhak mengetahui bagaimana layanan tersebut disediakan sekaligus menyampaikan keluhan jika pelaksanaannya tidak sesuai standar.

“MBG bisa menjadi pelajaran kewarganegaraan yang nyata,” tulis Apri dalam sebuah artikel berjudul “MBG dan Cara Baru Negara Mendekati Anak” baru-baru ini, dikutip redaksi Jumat 25 September 2026.


Menurutnya, guru dapat mengajak siswa membahas sumber anggaran MBG, pihak yang mengelola makanan, mekanisme pengawasan, hingga langkah yang harus dilakukan jika ditemukan masalah.

Gagasan tersebut sejalan dengan pendidikan karakter melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Pemerintah juga telah menyiapkan pedoman pendidikan karakter dan modul edukasi gizi untuk mendukung pelaksanaan MBG di sekolah.

Dari sisi manfaat, evaluasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang melibatkan 1.203.309 murid pada 2025 mencatat gangguan belajar akibat lapar di sekolah penerima MBG turun rata-rata 2,37 poin persentase lebih besar dibandingkan sekolah yang belum menerima program.

Aspek keamanan pangan juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan program. Pada 15 September 2026, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meminta sekolah menolak makanan MBG yang wadahnya tidak memiliki label waktu. Guru juga diminta memeriksa kondisi makanan sebelum dikonsumsi.

Sebelumnya, BGN mengumumkan penutupan sementara 1.999 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), berdasarkan pembaruan data per 7 September 2026.

Kegiatan makan bersama dapat menjadi ruang belajar yang lebih luas. Siswa tidak hanya mengenal makanan bergizi dan kebiasaan hidup sehat, tetapi juga memahami bahwa layanan yang dibiayai negara memiliki standar, dapat diawasi, dan dapat disampaikan keluhannya ketika tidak berjalan sebagaimana mestinya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya