Ilustrasi (Artificial Intelligence)
Bursa saham Eropa berakhir melemah pada perdagangan Kamis 24 September 2026 waktu setempat, tertekan lagi oleh naiknya harga minyak di tengah meredupnya harapan penyelesaian konflik Amerika Serikat-Iran.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 turun 0,55 persen atau 3,49 poin menjadi 636,43.
Pelemahan juga terjadi di sejumlah bursa utama. DAX Jerman turun 0,57 persen menjadi 25.266,53, FTSE 100 Inggris melemah 0,24 persen ke 10.679,99, sedangkan CAC 40 Prancis terkoreksi 0,52 persen menjadi 8.081,43.
Sentimen pasar memburuk setelah harga minyak kembali naik untuk hari kedua. Brent bertahan di atas 100 Dolar AS per barel, memunculkan kembali kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan prospek kebijakan moneter.
Kenaikan harga minyak menjadi salah satu perhatian utama investor karena dapat memperpanjang tekanan inflasi dan membuat Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Di pasar obligasi, imbal hasil surat utang pemerintah Jerman bertenor 10 tahun berada di 3,611 persen, hanya sedikit di bawah level tertinggi dalam 17 tahun yang dicapai pekan lalu.
"Investor obligasi juga mulai khawatir terhadap tingginya kebutuhan pembiayaan pemerintah, defisit yang terus berlangsung, serta besarnya penerbitan obligasi baru," kata Head of Markets AJ Bell Dan Coatsworth.
Meski pasar saham tertekan, pergerakan antar sektor berlangsung beragam. Sektor energi menguat 1,1 persen seiring kenaikan harga minyak, diikuti makanan dan minuman yang naik 0,7 persen serta barang kebutuhan pribadi dan rumah tangga 0,2 persen.
Sebaliknya, sektor teknologi turun 1,6 persen dan barang industri melemah 1,4 persen. Sektor kesehatan juga berakhir sedikit lebih rendah.
Di pasar saham individual, Shelly Group melonjak 4 persen setelah Schneider menyatakan rencana akuisisi senilai 1,2 miliar euro. Sementara saham Vistry turun 3 persen setelah pengembang perumahan Inggris itu memangkas proyeksi laba tahunan.
Saham H&M juga terkoreksi 2 persen meski perusahaan melaporkan kenaikan laba operasional periode Juni-Agustus yang melampaui perkiraan.
Perhatian investor juga tertuju pada pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Washington. Investor berharap pertemuan tersebut menghasilkan kemajuan dalam hubungan perdagangan kedua negara.