Berita

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Nasional, Prof. Yuddy Chrisnandi. (Foto: Istimewa)

Politik

Menteri PANRB Era Jokowi Dukung Prabowo Gratiskan Pendidikan Negeri

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2026 | 01:33 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Rencana Presiden Prabowo Subianto membebaskan biaya pendidikan pada satuan pendidikan negeri, dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, mendapat dukungan dari Guru Besar Ilmu Politik Universitas Nasional, Prof. Yuddy Chrisnandi.

Yuddy menilai kebijakan tersebut merupakan terobosan yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat dan membuka akses pendidikan bagi anak dari keluarga sederhana.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) era Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode 2014-2016 itu menyambut baik ketegasan Prabowo yang ingin memastikan biaya pendidikan negeri tidak lagi menjadi beban masyarakat. 


Ia bahkan mengaitkannya dengan pengalaman pribadinya menempuh seluruh jenjang pendidikan di lembaga negeri.

"Saya sejak masuk Sekolah Dasar hingga menyelesaikan Doktor sepenuhnya belajar di sekolah negeri. SD, SMP, SMA saya di sekolah negeri di Cirebon, S1 saya di Unpad, S2 dan S3 saya di UI, semuanya sekolah yang dibiayai negara," kata Yuddy.

"Biayanya masih terasa ringan bagi orang tua saat itu dibandingkan sekolah swasta, namun tetap tidak mudah melaluinya dengan berbagai keperluan belajar lainnya," sambungnya.

Sebagai akademisi berlatar ilmu ekonomi sekaligus politik, Yuddy menilai perdebatan seputar sumber anggaran adalah hal yang wajar, namun tidak seharusnya menjadi alasan untuk menunda kebijakan. Menurutnya, persoalan utama terletak pada keberpihakan politik anggaran, bukan pada ketersediaan dana.

"Ketika negara menempatkan pendidikan sebagai prioritas, pertanyaannya bukan lagi ada atau tidak ada uangnya, melainkan ke mana uang negara mau diarahkan. Ini soal keberanian mengambil keputusan politik, dan Presiden Prabowo menunjukkan keberanian itu," kata Yuddy.

Adapun mengenai sumber pendanaan, Yuddy menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih mampu menanggung program tersebut. Menurutnya, pemerintah dapat menempuh efisiensi serta refocusing program pembangunan tanpa harus mengandalkan dana sitaan aset hasil korupsi.

Yuddy bahkan menilai gagasan Presiden Prabowo dapat segera dilaksanakan mulai tahun anggaran 2027. Ia mengusulkan pelaksanaan secara bertahap dengan lebih dulu menyisir sekolah-sekolah negeri, dari tingkat dasar hingga SLTA, di daerah tertinggal, terjauh, dan termiskin, khususnya di desa-desa.

"Mulai dari SD hingga SLTA terlebih dahulu, kemudian bertahap ke wilayah perkotaan, hingga pada saatnya menjangkau perguruan tinggi negeri," pungkas Yuddy.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya