Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Youtube PAN)

Politik

Tutur Kata Prabowo Perlu Lebih Terukur dan Meneduhkan

SELASA, 22 SEPTEMBER 2026 | 09:23 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Andi Yusran menilai Presiden Prabowo Subianto perlu memperbaiki cara bertutur di ruang publik, menyusul pernyataannya yang menyebut sebagian pakar “saking pintarnya jadi goblok” dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN), Jumat, 18 September 2026.

Menurut Andi, sebagai Presiden, Prabowo tidak hanya menjalankan fungsi sebagai kepala pemerintahan, tetapi juga memegang posisi sebagai kepala negara. Karena itu, tutur kata yang disampaikan Presiden semestinya mencerminkan sikap seorang kepala negara.

“Prabowo mesti memperbaiki diri dalam bertutur, karena ia adalah kepala negara, tidak sekadar sebagai kepala pemerintahan,” kata Andi kepada RMOL, Selasa, 22 September 2026.


Ia menilai posisi kepala negara memiliki simbol dan wibawa tersendiri sehingga komunikasi yang disampaikan kepada publik idealnya tetap terukur, meski Presiden sedang merespons kritik atau pandangan yang berbeda.

“Kepala negara adalah mahkota, semestinya berlaku sopan, lemah lembut dan senantiasa dingin,” ujar Andi.

Sebelumnya, Prabowo menyinggung sejumlah pakar yang menurutnya menggunakan kepakaran untuk menyampaikan tudingan yang ia kategorikan sebagai fitnah. Dalam pidatonya, Prabowo juga menekankan pentingnya kejujuran intelektual.

Pernyataan “saking pintarnya jadi goblok” kemudian menjadi sorotan karena disampaikan langsung oleh Presiden dalam forum publik dan potongannya beredar luas di media sosial.



Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya