Berita

Kedatangan kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi yang dihibahkan oleh Pemerintah Italia kepada Indonesia di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat, 18 September 2026. (Foto: Dispenal)

Pertahanan

Menhan Sjafrie Inspeksi Giuseppe Garibaldi, KSAL: Bisa Bertahan Sampai 20 Tahun

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026 | 21:16 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin datang langsung untuk menerima dan menginspeksi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut), pada Jumat, 18 September 2026.

Usai pengecekan itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali yang mendampingi Sjafrie pun menjelaskan bahwa kapal induk tersebut dalam kondisi baik serta siap operasi 15-20 tahun ke depan. 

”Kondisinya masih sangat baik sekali, dan mudah-mudahan nanti akan bisa bertahan digunakan oleh TNI Angkatan Laut, mungkin 15 sampai 20 tahun lagi,” kata Ali.


Inspeksi juga dilakukan dengan menyusuri ruangan demi ruangan sampai berbagai fungsi pada alat utama sistem persenjataan (alutsista) tersebut.

”Diperlihatkan bagaimana ruangan-ruangan kapal ini masih dan peralatannya, masih berfungsi dengan baik,” kata Ali.

Kepada Menhan, Ali juga meyakinkan apabila tanpa retrofit sekali pun, kapal induk tersebut sudah siap berlayar dan beroperasi. Retrofit sendiri merupakan proses memasang teknologi, komponen, atau fitur baru yang sebelumnya tidak ada.

Sebagaimana diketahui, Kapal Induk Giuseppe Garibaldi bertolak dari Italia pada akhir Agustus 2026, dalam pelayarannya kapal ini telah melalui rute global strategis selama 25 hari dengan jarak tempuh 6.870 Nm melintasi Terusan Suez, Laut Merah dan Samudra Hindia. 

Sedangkan negara-negara yang disinggahi untuk pengisian ulang logistik, bahan bakar (refuelling), maupun layanan teknis yaitu Mesir, Arab Saudi dan Sri Lanka.

Kapal Giuseppe Garibaldi sendiri memiliki panjang 180,2 meter, lebar 33,4 meter, draft 6,7 meter. dan berat 13.850 Ton. Dengan sistem pendorong yang terdiri dari Combined Gas Turbine and Gas Turbine (COGAG) dan 4 Turbin Gas General Electric/Avio LM2500, kapal ini menghasilkan daya 81.000 tenaga kuda dengan kecepatan maksimal 30 knot. 

Untuk jarak jelajahnya 7.000 mil laut pada kecepatan ekonomis 20 knot, dan kapasitas angkutnya sanggup membawa lebih dari 10-18 helikopter kelas menengah/berat, drone serta mengakomodasi hingga 830 personel gabungan.

Kapal ini nantinya akan berfungsi untuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) khususnya dalam penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya