Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Sekretariat Presiden)

Politik

Pemimpin Barat Harus Belajar dari Prabowo Soal Restrukturisasi BUMN

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026 | 16:27 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Keberanian Presiden Prabowo Subianto merestrukturisasi badan usaha milik negara (BUMN) melalui Danantara Indonesia dinilai dapat menjadi pelajaran bagi para pemimpin politik di negara-negara Barat.

Penilaian tersebut disampaikan Rovshan Ibrahimov, Profesor Departemen Hubungan Internasional Webster University, dalam analisis mengenai kebijakan ekonomi Prabowo atau “Prabowonomics” yang dimuat The Telegraph.

“Untuk mencabut struktur yang telah berakar kuat, diperlukan tangan yang cukup tegas,” kata Ibrahimov seperti dikutip dari The Telegraph, Jumat, 18 September 2026. 


Ia menilai restrukturisasi BUMN yang telah berkembang selama puluhan tahun membutuhkan keberanian untuk menghadapi berbagai kepentingan yang telah mengakar.

Dalam analisisnya, Ibrahimov menyoroti skala struktur BUMN yang berada di bawah Danantara. Prabowo sebelumnya memperkirakan terdapat sekitar 300 hingga 400 entitas, tetapi setelah dilakukan pemetaan jumlahnya mencapai 1.074 entitas.

Struktur tersebut berkembang melalui pembentukan anak perusahaan hingga entitas turunan yang membuat lapisan organisasi semakin kompleks. Kondisi itu dinilai dapat memperlemah akuntabilitas, menciptakan fungsi yang tumpang tindih, serta meningkatkan potensi pemborosan.

Hingga Agustus 2026, Danantara disebut telah menghapus 290 entitas melalui merger, likuidasi, dan divestasi. Sementara target Prabowo adalah merestrukturisasi 300 entitas hingga akhir tahun.

Ibrahimov juga menyoroti mandat Danantara yang dinilai lebih luas dibandingkan model sovereign wealth fund konvensional. Danantara diarahkan menggunakan dividen dan aset BUMN untuk mendukung prioritas pembangunan nasional, termasuk peningkatan pengolahan bahan mentah di dalam negeri.

“Dan mungkin di sinilah letak inti Prabowonomics: Presiden meyakini bahwa kekayaan nasional Indonesia harus digunakan secara lebih terarah demi kemakmuran rakyatnya,” ujar Ibrahimov.

Ia membandingkan pendekatan tersebut dengan pengalaman Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan yang menggunakan peran negara untuk mengorganisasikan modal serta kebijakan dalam mendorong pembangunan industri.

Karena itu, Ibrahimov menilai mandat Danantara yang luas tidak serta-merta dapat dipandang sebagai penyimpangan dari fungsi sovereign wealth fund.

“Keberhasilan tidak mungkin diraih tanpa risiko ataupun pilihan-pilihan yang sulit,” kata Ibrahimov.

Menurutnya, Danantara menjadi instrumen untuk menggerakkan aset negara bagi peningkatan produktivitas dan kemakmuran masyarakat.

“Danantara merupakan upaya Prabowo untuk menggerakkan neraca keuangan negara bagi kepentingan mereka yang pada hakikatnya merupakan pemiliknya: rakyat Indonesia,” pungkas Ibrahimov.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya