Berita

Menkeu Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN Agustus 2026 pada Jumat, 18 September 2026. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

APBN Tekor Rp240,1 Triliun hingga Akhir Agustus 2026

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026 | 11:17 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp240,1 triliun atau setara dengan 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir Agustus 2026.

Angka ini meningkat Rp4,5 triliun dalam sebulan jika dibandingkan dengan posisi defisit pada Juli 2026 yang tercatat sebesar Rp235,6 triliun atau 0,91 persen dari PDB.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara merinci, pendapatan negara hingga periode tersebut mencapai Rp2.055,6 triliun atau 65,2 persen dari target tahun ini. Angka ini tumbuh 25,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).


Sementara itu, belanja negara pada bulan kedelapan tahun ini telah mencapai Rp2.295,7 triliun atau 59,7 persen dari total pagu yang ditargetkan sebesar Rp3.842,7 triliun.

"Dengan perkembangan tersebut, defisit APBN hingga Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB, sedikit melebar dibandingkan defisit hingga Juli sebesar Rp235,6 triliun atau 0,91 persen PDB," ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa Agustus 2026, Jumat 8 September 2026.

Suahasil menjelaskan, pendapatan negara ditopang oleh penerimaan perpajakan serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai Rp435,1 triliun, naik dari Rp326 triliun pada bulan sebelumnya, atau tumbuh 41,7 persen yoy.

Selain itu, total penerimaan perpajakan juga meningkat dari Rp1.406,9 triliun pada Juli menjadi Rp1.619,3 triliun pada Agustus.

"Di dalamnya, penerimaan pajak naik dari Rp1.224,3 triliun menjadi Rp1.409 triliun, sedangkan kepabeanan dan cukai meningkat dari Rp182,6 triliun menjadi Rp210,2 triliun," jelas Suahasil.

Di sisi lain, keseimbangan primer tercatat surplus sebesar Rp154,0 triliun, naik dari surplus Rp102,7 triliun pada Juli 2026.

"Dengan demikian, meskipun defisit APBN sedikit meningkat, posisi keseimbangan primer menunjukkan perbaikan karena pendapatan dan belanja negara tumbuh dengan selisih yang relatif kecil setelah memperhitungkan pembayaran bunga utang," tandasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya