Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026 | 07:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar emas dunia mendadak bertenaga. Pada penutupan perdagangan Kamis, atau Jumat pagi 18 September 2026 WIB, emas mencatat lonjakan lebih dari 2 persen dan sukses bangkit dari posisi terendahnya dalam hampir enam pekan.

Pemulihan ini terjadi di tengah kejatuhan harga minyak dunia, pelemahan Dolar AS, serta sikap investor yang terus mencermati arah kebijakan suku bunga terbaru dari Federal Reserve.

Emas spot melompat 2,3 persen menjadi 4.360,36 Dolar AS per ons. Sedangkan emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember ditutup naik tipis 0,3 persen ke posisi 4.399,70 Dolar AS per ons.


Koreksi harga minyak sendiri memang berlanjut hingga hari kedua berturut-turut, menyentuh titik terendah dalam sepekan seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan. 

Pada saat yang sama, indeks Dolar AS ikut tersungkur dari level tertingginya dalam tujuh pekan. Lemahnya Dolar membuat komoditas seperti emas, yang dipatok dalam mata uang greenback, jadi jauh lebih murah dan menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lain.

Sentimen positif kian diperkuat oleh penurunan imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun. Turunnya yield ini menjadi angin segar bagi emas, mengingat imbal hasil tinggi pada aset minim risiko biasanya justru meredupkan daya tarik bullion yang tidak memberikan hasil tetap (non-yielding asset).

Di sisi lain, langkah The Fed yang resmi menaikkan suku bunganya pada Rabu lalu, disusul sinyal pengetatan lanjutan dalam beberapa bulan ke depan, menjadi sorotan utama. Keputusan yang diambil secara bulat ini turut didukung oleh suara dari Chairman Fed, Kevin Warsh. 

Walaupun kenaikan suku bunga lazimnya menjadi momok bagi emas (karena tingginya suku bunga mendongkrak daya tarik aset berbunga), pasar tampaknya merespons dinamika ini dengan cara berbeda.

Berdasarkan data FedWatch Tool milik CME Group, para pelaku pasar kini memperkirakan probabilitas sebesar 51 persen untuk kenaikan suku bunga lanjutan pada pertemuan Oktober mendatang, naik dari posisi hari sebelumnya yang berada di kisaran 44 persen.

Sementara itu, dinamika bank sentral global lainnya turut mewarnai pasar keuangan. Bank of England (BoE) resmi mempertahankan suku bunganya pada Kamis. Bank of Japan (BoJ) diprediksi bakal mengerek suku bunganya pada Jumat ke level tertinggi dalam kurun waktu 31 tahun, sekaligus memberikan sinyal kesiapan melanjutkan tren kenaikan biaya pinjaman.

Kenaikan harga emas turut menjalar ke logam mulia lainnya di pasar global. Perak spot melambung tinggi hingga 4,2 persen menjadi 65,60 Dolar AS per ons. Platinum ikut meroket 1,8 persen ke level 1.783,69 Dolar AS per ons, dan Paladium menutup sesi dengan lonjakan 1,6 persen ke posisi 1.289,45 Dolar AS per ons.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya