Berita

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amin Suyitno (Foto: Istimewa)

Nusantara

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 19:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perguruan tinggi Islam tidak lagi cukup hanya mengajarkan kepedulian terhadap alam. Nilai tersebut kini mulai diterjemahkan ke dalam cara kampus dikelola, mulai dari kebijakan hingga budaya akademik.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amin Suyitno mengatakan, perkembangan tersebut menjadi bagian dari transformasi perguruan tinggi keagamaan Islam melalui paradigma ekoteologi. Menurut dia, pelestarian lingkungan atau hifdz al-bi'ah perlu ditempatkan sebagai bagian dari nilai dan praktik kehidupan Islam.

"Ini membuktikan bahwa kualitas PTKIN kita telah bertransformasi secara holistik. Pengakuan dari UI GreenMetric menegaskan bahwa tata kelola kampus-kampus kita merupakan wujud konkret dari ekoteologi yang kita galakkan," ujar Amin, dikutip redaksi di Jakarta, Kamis 17 September 2026.


Pernyataan itu disampaikan setelah sejumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) mencatatkan prestasi dalam UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026. Dalam pemeringkatan yang diumumkan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa 15 September 2026, UIN Raden Intan Lampung berhasil menembus peringkat kedelapan nasional.

Capaian tersebut sekaligus menempatkan UIN Raden Intan Lampung sebagai perguruan tinggi Islam dengan peringkat tertinggi dalam pemeringkatan nasional dan satu-satunya kampus asal Sumatera yang masuk 10 besar. Kampus tersebut juga dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi Islam Paling Berkelanjutan di Indonesia.

Prestasi PTKIN tidak berhenti di sana. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menempati peringkat ke-15 nasional, sedangkan UIN Raden Fatah Palembang berada di posisi ke-21. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyusul di peringkat ke-31 dan mendapat penghargaan sebagai Perguruan Tinggi dengan Peningkatan Kinerja Keberlanjutan Substantif Terbaik di Indonesia.

Secara global, UI GreenMetric 2026 diikuti 2.016 universitas dari 110 negara. Di Indonesia, jumlah peserta juga meningkat tajam, dari 22 perguruan tinggi pada 2010 menjadi 217 perguruan tinggi yang tersebar di 27 provinsi pada 2026.

Bagi Amin, capaian tersebut menunjukkan bahwa gagasan ekoteologi mulai bergerak dari tataran konsep menuju praktik. Tata kelola kampus, kata dia, tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran ekologis.

Konsep itu sejalan dengan gagasan ekoteologi yang didorong Menteri Agama Nasaruddin Umar. Melalui pendekatan tersebut, kepedulian terhadap alam ditempatkan sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan dan manifestasi Islam rahmatan lil 'alamin.

Pengakuan juga diberikan kepada sejumlah PTKIN melalui sertifikat kepatuhan dan rating, di antaranya UIN Salatiga, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, UIN Syekh M. Djamil Djambek Bukittinggi, UIN Sumatera Utara Medan, dan UIN Imam Bonjol Padang.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sahiron mengatakan capaian sejumlah PTKIN dalam UI GreenMetric dapat menjadi pijakan bagi kampus lainnya untuk memperkuat inovasi dan tata kelola berkelanjutan.

"Kami di Diktis akan terus mengawal dan memberikan dukungan strategis agar ke depan semakin banyak PTKIN yang masuk dalam radar pemeringkatan nasional dan internasional sebagai kampus percontohan yang hijau dan berkelanjutan," kata Sahiron.

Dalam pemeringkatan nasional UI GreenMetric 2026, Universitas Indonesia berada di peringkat pertama, disusul Universitas Diponegoro dan UGM. Posisi berikutnya ditempati Universitas Negeri Semarang, Universitas Sebelas Maret, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Airlangga.

UI GreenMetric merupakan pemeringkatan perguruan tinggi yang mengukur komitmen institusi terhadap pembangunan kampus yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Setelah UGM menjadi tuan rumah penyelenggaraan 2026, pelaksanaan pemeringkatan nasional tahun depan akan beralih ke Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.


Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya