Berita

Representative Image (Foto: AI)

Global

Fiji Tetapkan Status Darurat Nasional akibat Lonjakan Kasus HIV

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 15:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Fiji menetapkan status darurat nasional menyusul lonjakan kasus HIV yang terjadi di negara kepulauan Pasifik tersebut. 

Pemerintah kini memperluas akses terhadap layanan tes, pengobatan, dan pencegahan HIV sebagai bagian dari respons terhadap krisis kesehatan tersebut.

Sekitar satu dari 60 orang dewasa di Fiji kini hidup dengan HIV. Angka itu meningkat dibandingkan lima tahun lalu, ketika sekitar satu dari 167 orang dewasa hidup dengan virus yang ditularkan melalui darah tersebut. 


Pada 2025 saja, tercatat 2.016 diagnosis baru HIV. 

Lonjakan kasus tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk penggunaan narkoba, hubungan seks tidak aman, berbagi jarum suntik, serta praktik yang dikenal sebagai "bluetoothing" atau "hotspotting". 

Praktik ini merujuk pada penggunaan darah orang yang telah terpengaruh narkoba untuk disuntikkan kepada pengguna lainnya, yang turut mendorong penyebaran HIV.

Sebagai bagian dari penanganan krisis, pemerintah Fiji akan memperkenalkan program penyediaan jarum dan alat suntik. 

Menteri Kesehatan Fiji Antonio Lalabalavu mengatakan Fiji sebenarnya telah memiliki persediaan jarum dan alat suntik yang cukup, namun diperlukan perubahan legislasi yang akan diajukan ke parlemen agar program tersebut dapat dijalankan.

Lalabalavu juga meminta masyarakat untuk tidak takut menjalani tes HIV.

"Tidak seorang pun boleh merasa malu, terancam, atau dikucilkan karena status HIV mereka. Stigma menjauhkan orang dari layanan yang justru dapat membantu mereka," ujarnya, dikutip dari Associated Press, Kamis, 17 September 2026.

Data UNAIDS menunjukkan, dari sekitar 9.100 warga Fiji yang hidup dengan HIV pada 2025, hanya 39 persen yang mengetahui status HIV mereka dan 22 persen yang mengakses pengobatan antiretroviral. 

Angka akses pengobatan tersebut jauh di bawah rata-rata global yang mencapai 78 persen.

Pemimpin satuan tugas penanganan HIV nasional Fiji Jason Mitchell memperkirakan upaya mengendalikan epidemi tersebut membutuhkan waktu lebih dari lima tahun.

"Ini adalah program jangka panjang, bukan sesuatu seperti Covid yang bisa diatasi dalam dua tahun. HIV sangat berbeda," kata dia.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya