Berita

Tangkapan layar Purbaya Yudhi Sadewa live TikTok bersama anaknya saat masih menjabat Menteri Keuangan. (Foto: Instagram RMOL)

Hukum

Pengamat: KPK Perlu Panggil Purbaya Soal Saweran TikTok

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 14:09 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didorong memanggil Purbaya Yudhi Sadewa untuk meminta klarifikasi terkait hadiah atau saweran yang diterima saat siaran langsung di platform TikTok bersama sang putra, Yuda Purboyo Sunu beberapa waktu lalu.

Langkah tersebut dinilai penting demi memperjelas persoalan sekaligus menjaga transparansi dan akuntabilitas pejabat publik. Sebab peristiwa tersebut terjadi saat Purbaya masih menjabat sebagai Menteri Keuangan.

"Menurut saya persoalan itu harus segera diklarifikasi. KPK juga harus transparan dan terbuka terhadap persoalan uang saweran ini karena menyangkut reputasi lembaga maupun reputasi Pak Purbaya," ujar Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansyah, Kamis, 17 September 2026.


Trubus mengingatkan, tanpa adanya kepastian hukum dan kejelasan penanganan, isu ini berpotensi memicu persepsi liar di tengah masyarakat.

"Karena itu, paling tidak harus ada klarifikasi dan koordinasi dengan KPK," tegasnya.

Purbaya seharusnya memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk memberikan penjelasan secara terbuka. Ini sebagai hal mendasar dari prinsip good governance.

"Sebagai pejabat publik ada akuntabilitas dan pertanggungjawaban kepada masyarakat. Seharusnya ada niat untuk mengklarifikasi dan berkoordinasi dengan KPK supaya persoalannya menjadi terang," lanjut Trubus.

Sementara itu, KPK sebelumnya telah merespons peristiwa saweran saat Purbaya live TikTok bersama anaknya beberapa waktu lalu. KPK mengimbau Purbaya berkonsultasi atau melaporkan penerimaan hadiah tersebut jika terindikasi potensi gratifikasi.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya