Berita

Ketua Lembaga Adat Kebudayaan Tombulu (LAKT) "Tawaang" Kota Tomohon, Ibrahim Ratulangi Tular. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 11:43 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Keberadaan dan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, dinilai tidak memberikan dampak negatif terhadap keberadaan maupun kelestarian situs Waruga yang merupakan bagian penting dari warisan budaya masyarakat Minahasa.

Waruga merupakan situs peninggalan budaya masyarakat Minahasa berupa peti kubur batu yang menjadi bagian dari sejarah dan tradisi masyarakat pada masa lalu. Keberadaannya hingga kini tetap dijaga sebagai warisan budaya masyarakat Minahasa.

Ketua Lembaga Adat Kebudayaan Tombulu (LAKT) "Tawaang" Kota Tomohon, Ibrahim Ratulangi Tular, menegaskan bahwa keberadaan PLTP tidak perlu dipertentangkan dengan upaya pelestarian situs budaya.


Menurutnya, operasional pembangkit panas bumi dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian sekitar 100 Waruga yang tersebar di Tomohon.

“Kita perlu melihat persoalan ini secara objektif berdasarkan kondisi di lapangan. Kehadiran dan operasional PLTP tidak memberikan pengaruh negatif terhadap keberadaan maupun kelestarian situs Waruga,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis, Kamis 17 September 2026.

Ibrahim menambahkan, aspek kelestarian lingkungan dan alam menjadi bagian penting dalam operasional pembangkit panas bumi. Aktivitas PLTP Lahendong dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar serta ketentuan yang berlaku.

“Tidak tepat apabila keberadaan PLTP kemudian dikaitkan dengan ancaman terhadap situs budaya. Selama operasional dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan lingkungan, alam, dan warisan budaya, keduanya dapat berjalan beriringan,” tegas Ibrahim.

Lebih lanjut, Ibrahim menyebut kondisi Waruga di sekitar kawasan Lahendong menjadi gambaran nyata bahwa aktivitas pembangkitan listrik dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga warisan budaya. Terlebih, operasional PLTP di kawasan tersebut telah berlangsung lebih dari 25 tahun.

“Ini menunjukkan bahwa keberadaan PLTP tidak menghilangkan ataupun mengurangi nilai Waruga sebagai warisan budaya,” pungkasnya.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya